Tak Bekerja dan Tak Punya Sawah, Keluarga Korban Tabrakan Kapal Tanker di Taiwan Dapat Bantuan

Dandim 0712 Tegal, Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari, merespon cepat musibah yang dialami salah satu warga Desa Jatimulya, Kecamatan

Tak Bekerja dan Tak Punya Sawah, Keluarga Korban Tabrakan Kapal Tanker di Taiwan Dapat Bantuan
IST
Kapten Jamaludin Abbas saat menyerahkan bantuan sembako dari Kodim Tegal kepada Paing 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dandim 0712 Tegal, Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari, merespon cepat musibah yang dialami salah satu warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Adalah Paing (68) warga Dukuh Gemahsari RT. 04 RW. 05, kehilangan kontak dengan anak bungsu dari 7 bersaudara yang selama ini menjadi tumpuan utama hidup keluarga, Dasirun (26) ABK (Anak Buah Kapal) yang dikabarkan hilang kontak akibat kapalnya tertabrak tanker saat melaut di perairan Taiwan (3/8).

Melalui Danramil 05 Suradadi, Kapten Infanteri Jamaludin Abbas, bantuan berupa paket Sembako telah diberikan langsung kepada Paing, Senin (12/8/2019).

Sakhidin, Kasi Pemerintahan Desa, membenarkan hal ini dan sangat mengapresiasi perhatian Kodim, atas musibah yang menimpa salah satu warganya.

“Mewakili Kepala Desa dan keluarga korban saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pak Richard,” ucapnya mengapresiasi.

Menurutnya, kapal pencari ikan yang ditumpangi Dasirun bersama keempat rekannya yaitu ABK dari Kabupaten Brebes, Pemalang, Indramayu dan satu lagi berkewarganegaraan Taiwan, menjadi korban tabrakan kapal tanker.

Kabar itu diterima Paing dan istrinya Taryu (60), dari kakak kandungnya Suratno (33) yang masih berada di Taiwan (3/8), serta pihak kantornya dari Kabupaten Pemalang (7/8).

“Sampai saat ini proses pencarian masih belum mendapatkan kabar menggembirakan,” katanya.

Kapten Jamaludin Abbas, Paing yang merupakan salah satu warga binaannya tersebut tidak mempunyai pekerjaan maupun sawah, hanya menanam singkong di tanah sisa di tepi Jalan Raya Jatimulya, sebagai tambahan makanan.

“Ketergantungan kepada Saudara Dasirun yang masih lajang, setiap bulan mengirimi Rp. 1 juta.

Keenam saudaranya hanya bisa membantu semampu mereka karena telah berkeluarga dan pas-pasan,” ucap Jamaludin.

Paing juga mengalami cacat kaki saat bekerja sebagai buruh tebang tebu, dia terjatuh dari mobil 20 tahun silam.

Sementara dari keterangan Paing, inilah bantuan pertama kali yang diterimanya semenjak dahulu.

Ia juga berharap, Kedubes RI di Taiwan membantunya mendapatkan informasi keberadaan putranya tersebut. (*)

Iptu Rini Pangestu : Proses Penyelidikan Tabrak Lari Overpass Manahan Solo Hanya Konsumsi Polri

Jelang Ujian Kenaikan Pangkat, Ratusan Anggota Polres Semarang Gelar Latihan Bela Diri

Ngamuk Tak Jelas, Warga Sempor Kebumen Diamankan Polisi

Kejang di Jalan, Bagas Diselamatkan Patroli Polsek Tengaran

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved