Kuli Bangunan Cari Keadilan Karena Anaknya Divonis Kasus Rudapaksa, Ini Jawaban Polres Kendal

Satreskrim Polres Kendal turut berkomentar tentang Musonifin terpidana kasus rudapaksa yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Kendal.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: suharno
ISTIMEWA
Susilo (kemeja putih) bersama penasehat hukumnya akan mengajukan peninjauan kembali atas kriminalisasi tudingan rudapaksa yang menimpa anaknya. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Satreskrim Polres Kendal turut berkomentar tentang Musonifin terpidana kasus rudapaksa yang  divonis hukuman delapan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kendal.

Musonifin merupakan pemuda asal Desa Pesawahan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.

Merasa di dalam persidangan anaknya penuh dengan kejanggalan, ayah Musonifin, Susilo yang merupakan seorang kuli bangunan, berusaha mencari keadilan.

Susilo menambahkan penyidik menuding anaknya melakukan tidakan tidak senonoh dari pukul 10.00 hingga mendekati pukul 12.00.

"Waktu itu hari Jumat, anak saya sendiri tidak berada di rumah, sedang berada di sekolah untuk mengambil ijazah untuk kuliah. Anak saya juga ketemu tetangganya di kecamatan mengurus SKCK yang saat itu digunakan untuk kuliah," jelasnya.

Ibu Asal Semarang Ini Sudah Empat Kali Jemput Anak Gadisnya di Polsek Gara-gara Sering Hilang

PSIS U-20 Bakal Pindahkan Home Base ke Kendal Jelang Elite Pro Academy Liga 1 2019

Dirinya menyayangkan adanya perubahan Berkas Acara Pidana (BAP) yang tidak sesuai dengan tudingan awal.

Dimana di dalam BAP tersebut rudapaksa terjadi dari pukul 14.00 sampai sore.

"Awalnya saya tidak merespon karena saya tidak percaya. Karena tidak ada apa-apa. Justru rumah yang dituduhkan untuk pencabulan nyatanya keluarga korban ada di dalam rumah," tuturnya.

Saat persidangan, kata dia, tidak ada saksi yang memberikan keterangan anaknya melakukan pencabulan.

Selain itu, selimut yang disita penyidik untuk barang bukti tidak ditunjukan di persidangan.

"Setelah saya tanyakan selimut itu dikembalikan. Kalau memang ada ceceran darah harusnya selimut itu dimunculkan di pengadilan," tutur dia.

Setelah anaknya divonis majelis hakim selama delapan tahun, dirinya mengajukan upaya hukum banding.

Namun dalam amar putusan banding hasilnya tetap menguatkan vonis pengadilan tingkat pertama.

"Saya mengajukan upaya hukum kasasi hasilnya juga sama," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved