Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Timur Tengah

Serangan Rudal Kheybar Shekan Iran Buat Nasib Netanyahu "Tidak Jelas"

Kelompok itu juga menyebut nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah serangan tersebut.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
JN/tangkap layar
NETANYAHU: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Senin (2/3/2026), kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran. (JN/tangkap layar) 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN – Senin (2/3/2026), kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan tersebut sebagai aksi “mendadak”. 

“Kantor perdana menteri kriminal Israel, Netanyahu, dan lokasi komandan Angkatan Udara rezim itu dihantam dalam serangan terarah dan mendadak menggunakan rudal balistik Kheybar Shekan pada gelombang ke-10,” tulis pernyataan IRGC.

Baca juga: Sulistyowati Tertahan di Arab Saudi, Imbas Serangan AS-Israel ke Iran 

Kelompok itu juga menyebut nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah serangan tersebut.

Namun hingga kini, Israel belum mengonfirmasi klaim tersebut.

Pengumuman tersebut muncul di tengah konflik Iran–Israel yang semakin meluas setelah operasi gabungan AS–Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Sebagai respons, Teheran dan milisi-milisi sekutunya meluncurkan rudal serta drone ke kota-kota di Israel dan pangkalan AS di kawasan Teluk.

Kekhawatiran akan fasilitas nuklir Iran

Di tengah eskalasi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut situasi di sekitar fasilitas nuklir Iran sangat mengkhawatirkan.

Ia memperingatkan bahwa “kemungkinan pelepasan radiologis dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk kebutuhan untuk mengevakuasi wilayah seluas atau lebih besar dari kota-kota besar.”

Grossi menambahkan, “upaya untuk menghubungi otoritas regulasi nuklir Iran masih terus dilakukan, namun sejauh ini belum ada respons.”

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menegaskan kembali bahwa pasukan AS dan Israel menyerang lokasi nuklir Iran sehari sebelumnya, dan menyebut fasilitas Natanz termasuk yang dihantam.

Israel belum mengonfirmasi serangan terhadap Natanz maupun kantor Netanyahu.

Hizbullah ikut terlibat 

Konflik juga meluas ke Lebanon.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved