Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Amrozi Ingin Wujudkan Rumah Sakit Gratis di Kabupaten Pekalongan

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang baru, dr. Amrozi Taufik memiliki keinginan agar rumah sakit memberikan manfaat bagi semuanya,

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang baru, dr. Amrozi Taufik 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang baru, dr. Amrozi Taufik memiliki keinginan agar rumah sakit memberikan manfaat bagi semuanya, baik pegawai maupun masyarakat.

Tidak ada lagi penolakan pasien dengan alasan pembiayaan maupun kamar penuh di RSUD Kajen.

"Siapa pun yang datang ke sini bisa ditangani dengan sempurna dan tuntas kecuali harus ada yang dirujuk karena fasilitas, maka akan dirujuk," kata dr. Amrozi Taufik saat ditemui Tribunjateng.com dalam persiapan Open House, Jum'at (23/08/2019).

Amrozi mengatakan tema Open House tahun 2019 ini adalah 'RSUD Kajen Berdaya Bersama Umat Menuju Rumah Sakit Gratis Kabupaten Pekalongan'.

Dalam tema ini, pihaknya bertekad tidak ada lagi warga yang tidak ditangani karena kendala pembiayaan atau dengan alasan kamar penuh.

Selama ini, jika tidak ada yang nanggung akan dilempar ke rumah sakit lain.

Begini Cara Anggota Polres Tegal Kota Agar Selalu Siap Lindungi Masyarakat dari Kejahatan

Bondan Satu-satunya Peserta Pria yang Lolos Grand Final Solo Vokal Suara Academia Unikal

Jambret Spesialis Emak-emak di Tegal Ini Kerap Pakai Baju Polisi Saat Beraksi, Begini Alasannya

Disperkim Kota Tegal Pastikan Rumah Dyah Segera Diperbaiki

"Di Rumah Sakit Kajen tidak ingin seperti itu.

Siapa pun dalam kondisi gawat meskipun tidak ada tempat, tetap kita terima.

Jika nanti ada kendala pembiayaan, akan kami cari apa kendalanya.

Oh ternyata tidak punya jaminan kesehatan, baik itu mandiri, pembiayaan APBN, atau pembiayaan APBD.

Jika itu tidak punya, kita lihat dulu apakah ini warga miskin atau tidak.

Jika masuk warga miskin, akan ada tim dari sini berkomunikasi dengan Rumah Zakat.

Rumah Zakat nanti timnya turun.

Jika benar-benar tidak mampu dan sesuai dengan kriteria yang ada maka akan dibiayai dari Rumah Zakat," ungkapnya.

Amrozi mengungkapkan program rumah sakit ini bagus, termasuk program Rumah Zakat.

Pihaknya pun mengaku sudah pernah merasakan manfaatnya.

"Saat saya menjadi kabid, ada pasien tidak mampu, tidak bisa dijamin BPJS dan tidak bisa dijamin pemda pada saat itu tidak masuk kriteria, opname di rumah sakit siapa yang membiyai.

Untungnya ada Rumah Zakat ini," tuturnya.

Pihaknya secara pribadi menginginkan tidak ada lagi ada penolakan pasien rawat inap, terutama di kelas 3, apalagi ibu melahirkan.

Untuk itu, salah satu inovasinya tidak ingin ada pasien ditolak dan pindah ke rumah sakit lain karena di RSUD Kajen penuh.

"Saat ini di RSUD Kajen ada 182 bed yang tersebar dari berbagai kelas, namun yang terbanyak kelas 3 dan sesuai dengan cita-cita teman-teman di sini, rumah sakit ini bisa betul-betul gratis bagi masyarakat.

Inovasi lainnya kita akan perbanyak," ujarnya.

Amrozi menambahkan akan melanjutkan program direktur lama.

Karena sebagai seorang dokter tentu memiliki visi dan misi yang sama.

Jika ada hal-hal yang belum sempurna, maka akan diperbaiki.

Jika ada hal-hal yang perlu dibangun, maka akan dibangun.

"Sambil jalan kita cari apa yang dibutuhkan masyarakat mas,

Kita diskusikan, apa yang bisa kita kerjakan ya dikerjakan.

Planning jangka panjang ya kita rencanakan.

Mana yang menjadi skala prioritas ya segera diupayakan," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved