Kemasan Antimo Bakal Diubah Lebih Modern, Phapros Sebut Agar Bisa Diterima Generasi Milenial

Pertumbuhan PT Phapros semester pertama tahun ini didukung kontribusi obat generik berlogo (OGB) yang meningkat lebih dari 45 persen.

Kemasan Antimo Bakal Diubah Lebih Modern, Phapros Sebut Agar Bisa Diterima Generasi Milenial
Net
Antimo, obat produk PT Phapros Tbk. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Antimo masih berkontribusi dalam perolehan laba dan penjualan PT Phapros.

Anak usaha PT Kimia Farma (Persero) itu mendapatkan peningkatan penjualan lebih dari 35 persen.

Dari semula di kisaran angka Rp 400 miliar Semester I Tahun 2018, kini naik menjadi Rp 550 miliar pada Semester I Tahun 2019.

Selain ditopang penjualan antimo, pertumbuhan PT Phapros semester pertama tahun ini juga didukung kontribusi obat generik berlogo (OGB) yang meningkat lebih dari 45 persen untuk pasar BPJS Kesehatan

“Antimo beserta variannya berkontribusi lebih 25 persen terhadap laba perusahaan."

Sedangkan untuk penjualan, produk yang sudah hampir 50 hadir di masyarakat ini mencapai lebih dari 23 persen,” ujar Direktur Utama Phapros, Barokah Sri Utami dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (23/8/2019).

Wanita yang akrab disapa Emmy itu menuturkan, Antimo masih menunjukkan performa baik.

Karena terus berinovasi dan beradaptasi sesuai perkembangan zaman sehingga bisa menjadi top of mind di segmen perjalanan atau traveling.

“Dahulu Antimo diposisikan sebagai obat anti mabok perjalanan (anti-motion sickness)."

"Tapi seiring perkembangan zaman, positioning Antimo bergeser menjadi teman perjalanan keluarga."

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved