Gunondo Olah Sampah Plastik jadi Paving Block, Bermodal Dua Ekor Burung Murai Batu
Lelaki dari kalangan komunitas Sedulur Sikep itu prihatin saat melihat sampah plastik menumpuk
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Paving block yang dibuat oleh Gunondo berbentuk segi enam. Masing-masing sisinya memiliki panjang 12 sentimeter dan ketebalan 4,5 sentimeter. Sedangkan hiasan dinding dari sampah plastik buatannya memiliki ukuran 20 x 40 sentimeter.
“Per hari paling bisa membuat 20 paving block dan 20 buah hiasan dinding,” katanya.
Gunondo mengatakan, kalau hendak menjual barang daur ulang itu, katanya, dia akan menghargai paving block maupuan hiasan dinding itu sebesar Rp 6 ribu per buah.
Sedangkan jika memang tidak ada yang membeli, masing-masing dari mereka siap untuk menggunakannya sendiri.
“Kalau memang tidak laku, ya kami gunakan sendiri. Setidaknya kami sudah melakukan apa yang mengancam lingkungan saat ini,” kata dia.
Menurutnya, paving block dari plastik ini lebih kuat jika dibandingkan dengan paving block pada umumnya. Kekuatan itu karena paving block sampah plastik tidak mudah patah. Kemudian, selain itu, juga lebih ringan.
Apa yang dilakukannya, kata Gunondo, tidak ada alasan selain lingkungan. Sebab, sejauh ini masih minim perhatian dari berbagai kalangan akan sampah plastik. Termasuk dari pihak pemerintah desa setempat.
“Kalau begini, saya sudah mengawali, artinya ke depan harus ada perhatian terhadap lingkungan terutama sampah plastik,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nurhadi-kiri-dan-gunondo-kanan-tengah-mengolah-sampah.jpg)