Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gunondo Olah Sampah Plastik jadi Paving Block, Bermodal Dua Ekor Burung Murai Batu

Lelaki dari kalangan komunitas Sedulur Sikep itu prihatin saat melihat sampah plastik menumpuk

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Nurhadi (kiri) dan Gunondo (kanan) tengah mengolah sampah plastik menjadi paving block 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sampah plastik menjadi masalah krusial pada kiwari ini. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengatasi sampah plastik.

Salah satunya yaitu kembali mendaur ulang menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Satu di antara mereka yang mengolah sampah plastik yaitu Gunondo. Lelaki dari kalangan komunitas Sedulur Sikep itu prihatin saat melihat sampah plastik menumpuk.

Akhirnya, dia bersama dua warga lainnya, bkan dari Sedulur Sikep, memutuskan untuk mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna.

Beberapa waktu yang lalu, saat Tribun Jateng bertandang ke kediamannya di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Gunondo tengah sibuk membakar plastik di atas besi pelat. Plastik yang sudah meleleh itu, kemudian dicetak ke dalam besi berbentuk segi enam.

Dengan dibantu seorang lainnya, Nurhadi, Gunondo mengolahnya menjadi paving block. Selain itu dia juga mengolahnya menjadi semacam batu alam.

“Ini sampah plastik diolah menjadi seperti batu alam dan paving block. Ini masih terbatas, jadi kami mencoba mengolahnya agar sampah plastik memiliki nilai dengan mendaur ulangnya,” kata Gunondo.

Ide ini muncul, kata Gunondo, lantaran dia menemui banyak sampah plastik yang berserak tanpa guna. Apalagi masih minimnya kepedulian terbuti masih banyak yang membuang sampah di sembarang tempat.

“Banyak ditemui sampah plastik di saluran air, di sungai. Itu kan merusak lingkungan. Membuat sungai juga menjadi dangkal,” kata Gunondo.

Setelah berpikir sebulan lamanya, akhirnya Gunondo memutuskan untuk menjual dua ekor burung murai batu piaraannya.

Hasil dari penjualan burung digunakan sebagai modal membeli alat pengolah sampah plastik menjadi paving block.

Dua ekor burungnya laku Rp 6 juta, kemudian dibuat modal Rp 2,5 juta. Sisanya dibantu oleh dua kawan lainnya, Nurhadi dan Arifin.

“Modal pertama untuk alat pencetak daur ulang sampah plastik sehingga menjadi paving block habis Rp 6 juta. Saya modal Rp 2,5 juta sisanya dibantu oleh Nurhadi dan Arifin,” kata Gunondo.

Keahlian dalam mengolah sampah plastik menjadi paving block ini didapatkan Gunondo secara autodidak.

Sebelumnya dia telah mengetahui informasi jika sampah plastik bisa diolah menjadi paving, kemudian lantas dicobanya dan berhasil.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved