Breaking News:

BEI Targetkan 2 Listing Perusahaan di Semarang Tahun 2019, Tawarkan 30 Persen Saham

Melihat potensi yang bagus di Jawa Tengah khususnya Semarang, Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jateng 1, diberi tugas untuk mengembangkan

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Tengah 1 Semarang, Fanny Rifqi, saat mengadakan konferensi pers di Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Tengah 1, jl. Mh. Thamrin Semarang, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Melihat potensi yang bagus di Jawa Tengah khususnya Semarang, Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jateng 1, diberi tugas untuk mengembangkan pasar modal.

Adapun indikator perkembangan pasar modal ada banyak, tetapi khusus di BEI dihitung berdasarkan peningkatan jumlah investor.

Indikator lain, menurut Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Tengah 1 Semarang, Fanny Rifqi, yaitu peningkatan jumlah emiten.

Maksud dari emiten adalah perusahaan di daerah yang berekspansi dengan mendapat pembiayaan dari pasar modal dengan cara menjual saham.

Beberapa perusahaan yang sudah menggunakan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan di tahun 2018 ada tiga yaitu PT Dafam Properti, PT Kota Satu Properti, dan PT Phapros.

Sedangkan di tahun 2019 ada dua perusahaan yaitu PT Golden Flowers Indonesia dan PT Meka Adipratama.

Belasan Ketua RW Ancam Mundur, Yuliyanto Sebut Mutasi Lurah Tetap Berjalan

Pemkab Demak Ajak Puluhan Pelajar Papua di Demak Doa Bersama di Pendopo

Lagi, Satresnarkoba Polres Purworejo Tangkap Pemakai Narkoba

Sudah 20 Hari Gunung Slamet Berstatus Waspada, Suhu di Wisata Air Panas Guci Tegal Masih Normal

"Untuk PT Meka Adipratama sudah listing bulan September 2019, menawarkan sekitar 30% dari total kepemilikan saham sebanyak Rp 1,3 miliar.

Harapannya mereka akan mendapat pendanaan dari penjualan saham tersebut untuk ekspansi," ujar, Fanny Rifqi, pada Tribunjateng.com, Rabu (28/8/2019).

Sementara itu, dari tahun 2018 akhir sampai Juli 2019, di Jawa Tengah mengalami kenaikan jumlah investor sebanyak 16 ribuan.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari seringnya diadakan sekolah pasar modal yang rutin setiap seminggu dua kali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved