Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dosen Unika Kembangkan Desain Rumah Panggung Hidrolis

Dosen Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata kembangkan sebuah desain rumah panggung dengan menggunakan hidrolik

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Sosialisasi omah panggung hidrolis kepada lurah Kemijen di kampus Unika Soegijapranata, Senin (2/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dosen Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata kembangkan sebuah desain rumah panggung dengan menggunakan hidrolik.

Sistem rumah ini dipercaya dapat diaplikasikan di sebagian wilayah Kota Semarang, terutama yang hingga saat ini terkena rob.

Penelitian ini digawangi Etty Endang Listiati, IM. Tri Hesti Mulyani, dan Bernadette Tyas Susanti dari fakultas Arsitektur dan Desain Unika, serta Widija Suseno Widjaja dari fakultas Teknik Sipil Unika.
Desain rumah ini dinamai Ompalis, singkatan dari Omah Panggung Hidrolis.

Ditemui Tribun Jateng di sosialisasi Ompalis di kampus Unika, Senin (2/9/2019), Etty menuturkan bahwa pengembangan desain rumah panggung hidrolik ini dilakukan sejak 2016 lalu.

Riset dilakukan di kawasan Kemijen, Semarang, yang menurut Etty menjadi salah satu daerah di Semarang yang langganan rob. Di tahun itu, Etty mencatat tinggi rob di kawasan Kemijen mencapai 30 cm hingga 1 meter.

"Di tahun tersebut kami mendapati bahwa seringnya jalan di daerah tersebut ditinggikan membuat air tanah tak meresap secara optimal," katanya.

Padahal menurut Etty, biaya peninggian jalan lingkungan minimal mencapai Rp 5 juta, serta peninggian dilakukan dengan cara mengurug tanah dengan tanah urugan.

Dari riset yang sama, Etty mengungkapkan bahwa di daerah Kemijen, terjadi penurunan tanah setiap tahunnya berkisar 13,5 cm.

Penurunan tanah terjadi karena beberapa sebab, misalnya iklim global yang berubah, hingga banyaknya pengambilan air tanah.

"Hal itu membuat tanah jadi mengeras dan penyerapan air tak maksimal" katanya.

Melihat fakta-fakta di lapangan tersebut, Etty bersama timnya mulai mengembangkan sebuah desain rumah panggung hidrolik.

Hidrolik dimaksudkan agar rumah panggung tersebut bisa menyesuaikan diri terhadap tinggi rendahnya air rob yang ada di sekitar rumah.

"Kami merasa dengan desain ini, tak perlu lagi ada pengurugan tanah yang cenderung terus merusak," ungkapnya.

Desain Ompalis atau omah panggung hidrolis, jelasnya memiliki tinggi tiang kaki mencapai 2 meter.

Hidrolis yang ada di rumah tersebut, bisa menaikkan rumah sebanyak 90 cm.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved