Dosen Unika Kembangkan Desain Rumah Panggung Hidrolis
Dosen Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata kembangkan sebuah desain rumah panggung dengan menggunakan hidrolik
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
"Kami menggunakan dasar penilaian tersebut dengan kontur di Kemijen saat ini," paparnya.
Untuk membuat rumah pangging itu kuat, Etty dan kawan-kawan membuatnya menggunakan bahan beton dan juga bambu.
Beton bertulang diletakkan sebagai tiang kaki, lalu pipa galvanis diletakkan sebagai penyangga rumah, serta bambu yang dijadikan rumah panggung tersebut.
"Di dalam pipa galvanis sebesar 4 inchi, dimasukkan sistem hidrolik yang bisa menaik turunkan rumah bambu yang ada," paparnya.
Tak hanya riset, menurut Etty rumah panggung hidrolik ini sudah dibangun sebanyak satu unit di tahun 2018, di tanah milik Heriyanto, warga RT 02/RW IV Kelurahan Kemijen, Semarang Timur Kota Semarang. Rumah tersebut menggunakan tanah seluas 9 meter persegi. Biaya pembuatan mencapai Rp15 juta.
"Biaya dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti untuk skim PTUPT," lanjut Etty.
Menurutnya, desain itu cukup kuat dan ramah diaplikasikan di kawasan Kemijen, Semarang. Meski begitu penelitian tersebut masih dapat disempurnakan lagi. Etty menilai ruang-ruang untuk perbaikan desain masih bisa dilakukan.
"Namun kami optimistis jika bisa diaplikasikan maka dampak rob oleh masyarakat sekitar Kemijen bisa diminimalisasi," ungkapnya.
Lurah Kemijen, Dwi Wiyana mengaku mengapresiasi desain rumah panggung tersebut.
Menurutnya bentuk desain rumah panggung yang ditawarkan dosen Unika ini bisa menjadi solusi banjir dan rob.
"Ke depannya barangkali bisa disempurnakan lagi, misal ada penambahan mck atau toilet harus seperti apa," ungkapnya. (Ahm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sosialisasi-omah-panggung-hidrolis-kepada.jpg)