180 Anak Yatim Dapat Santunan dari Wakil Bupati Batang Suyono

Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1441H atau 2019M, Wakil Bupati Batang Suyono menyantuni anak yatim di Masjid At Taqwa Kecamatan Subah, Kabupaten

180 Anak Yatim Dapat Santunan dari Wakil Bupati Batang Suyono
IST
Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1441H atau 2019M, Wakil Bupati Batang Suyono menyantuni anak yatim di Masjid At Taqwa Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1441H atau 2019M, Wakil Bupati Batang Suyono menyantuni anak yatim di Masjid At Taqwa Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Sebanyak 180 anak yatim meneriima bantuan dengan presentasi mulai dari Rp 100 Ribu hingga Rp 180 Ribu.

"Santunan ini tidak hanya dari Wakil Bupati saja melainkan dari para dermawan yang ada di sekitaran desa Subah," ujarnya Rabu (11/9/2019).

Sudah menjadi kebiasaan Wabup Suyono saat berkunjung ke desa-desa menghadiri acara warga terlebih saat moment pengajian selalu memanggil anak yatim dan janda lansia untuk diberi sedikit rezeki serta membagikan beras kepada warga yang tidak mampu.

"Terlebih tanggal 10 Muharram 1441H dimana ini menjadi hari istimewa bagi anak yatim atau orang jawa biasa menyebutnya dengan hari raya anak yatim," ujarnya,

Menurutnya, terdapat banyak keistimewaan pada tanggal 10 Muharram jika kita memberikan santunan kepada anak yatim.

111 Kepala Desa di Kendal Akan Purna Tugas, Sementara Akan Diganti ASN

13 Keluarga Korban Kebakaran 3 Bulan Terakhir di Rembang Dapat Bantuan dari Semen Gresik

Pustakawan Utama Perpusnas Ini Sebut Masyarakat Indonesia Masih Tak Suka Membaca

Selama Operasi Patuh Candi 2019, Hanya 2 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Kabupaten Tegal

"Di Al-Quran juga telah dijelaskan setiap kita mengusap sehelai rambut anak yatim maka kita akan diangkat drajatnya," ujarnya.

Dikatakannya fakir miskin, anak yatim dan lansia menjadi tanggung jawab yang mempunyai rezeki berlebih, di Al-Quran juga telah dijelaskan bahwa rezeki yang kita terima 2,5 persennya milik anak yatim dan orang tidak mampu.

"Santunan ini jangan dilihat nilainya, apalagi sampai berpikiran ria atau pamer, saya hanya memberikan contoh kepada masyarakat untuk belajar saling berbagi, berbagi kepada sesama tidak akan mengurangi harta kita namun sebalikny," jelasnya.

Disampaikannya, anak yatim masih sangat membutuhkan bantuan maupun bimbingan di dalam kehidupannya, untuk itu yang ada di sekitar harus menjadi orang tua pengganti bagi anak yatim.

"Anak yatim juga harus mempunyai mimpi dan berani menggapai mimpi tersebut untuk masa depan yang lebih baik lagi," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved