PSIS Menang di Kandang PSM Makassar, Ini yang Membuat Pelatih Darije Kalezic Kesal
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic mengaku kecewa tim asuhannya gagal memenangi pertandingan kandang kontra PSIS.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM - Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic mengaku kecewa tim asuhannya gagal memenangi pertandingan kandang kontra PSIS.
Menurut Darije, Amido Balde dkk banyak membuang peluang.
"Kalau saya analisa pertandingan hari ini, kami kalah karena tidak bisa memanfaatkan peluang. PSIS msmbuat satupun peluang seratus persen, dan kami membukukan dua sampai tiga peluang yabg seratus persen. Tim saya tidak bisa membuat gol karena kalaupun bisa mencetak satu gol kami bisa memenangi pertandingan," ucapnya.
• Anak Emas Maurizio Sarri Pilih Setia Bertahan di Chelsea Ketimbang Gabung ke Juventus
• 5 Berita Populer : PSIS Sukses Benamkam PSM Makassar Hingga Habibie Wafat
• PSIS Permalukan PSM Makassar di Kandangnya, Bambang Nurdiansyah Ungkap Kunci Sukses Kemenangan
• Foto-foto Aksi Pemain PSIS Saat Melawan PSM Makassar : Menang Diakhiri Sujud Syukur
Darije mengaku, timnya sebetulnya sudah memprediksi taktik permainan PSIS. Namun, strategi yang disiapkan tidak berjalan dengan baik. Darije juga menyesalkan kondisi lapangan membuat permainan PSM tak maksimal.
"PSIS datang kesini pasti akan bermain bertahan, dan ini kami sudah prediksi. Mereka bermain kompak, rapat, dan keras," ucapnya.
Pelatih yang membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2018 ini menambahkan, seharusnya PSIS tak mampu mencetak gol. Namun karena kesalahan pemainnya, gol lahir untuk PSIS.
"Dan mereka senang membuat gol, karena memang kami yang membuat gol untuk mereka," jelasnya.
Sementara itu, bek tengah PSM Abdul Rahman mengatakan atas kekalahan tersebut, ia berharap timnya menjadikannya sebagai pelajaran dan ajang intropeksi diri.
"Pastinya dengan kekalahan ini kami kecewa apalagi kami main di depan pendukung sendiri. Semoga menjadi instropeksi bagi kami, dan semoga kami tidak down atas hasil hari ini," ungkap eks Bali United ini.
"Saya sendiri akan bekerja keras untuk laga selanjutnya, dan saya akan mengajak teman-teman untuk bangkit lagi," jelasnya.
Ia juga membantah jika ia dan rekan-rekannya terkesan meremehkan PSIS sehingga kalah.
"Kami tidak menganggap enteng lawan, dan kami persiapan juga selama empat hari. Kami selalu bermain serius kepada siapapun," tandasnya.
Kata Banur
Dalam jumpa pers seusai laga, Banur atau Bambang Nurdiansyah mengatakan, kunci keberhasilan PSIS memetik poin penuh di markas PSM adalah bermain disiplin fan fokus.
"Intinya kami tau diri, kami dari papan bawah, PSM tim papan atas, tim besar. Kuncinya adalah disiplin dan fokus. Itu saja, saya di PSIS ini baru 20 hari menggantikan pelatih yang lama. Trennya memang lumayan setelah ada saya. Sekarang alhamdulillah tiga poin," kata Banur.
Pelatih berlisensi AFC Pro ini mengaku bersyukur anak asuhnya mampu cepat beradaptasi dengan skema yang ia inginkan, kendati belum lama bergabung bersama PSIS.
"Tidak banyak yang saya latih karena transisi setelah pergantian dengan pelatih lama. Tapi kuncinya dalam sepakbola itu disiplin. Itu yang paling penting dan saya tanamkan ke anak-anak. Disiplin di posisi dan perannya masing-masing.
"Di sepak bola itu ada structure, function, dan relation. Structure yaitu formasi, function itu di posisi masing-masing, dan relation, hubungan dengan pemain lain," kata Banur.
Eks pelatih Cilegon United ini juga menilai tim PSM meremehkan PSIS, sehingga menjadi keuntungan buat timnya.
"Alhamdulillah anak-anak menjalankan disiplin di lapangan. Dan mungkin PSM menganggap enteng karena kami tim papan bawah. Ketika kami mainnya semangat, PSM kaget," ucap Banur.
Dalam laga kontra PSM, rahasia lain yang membuat PSIS sukses memenangi laga yakni PSIS sukses mematikan pergerakan motor serangan PSM di lini tengah, yakni Willem Jan Pluim.
Banur mengaku mengintruksikan secara khusus kepada gelandangnya, Finky Pasamba untuk mengawal ketat Pluim.
"Kemarin saat lawan Persela saya amati pertandingan PSM, dsn rekaman pertandingannya terus saya ulang. Ya walaupun kecil si Finky, saya suruh matikan si jangkung itu. Karena otak permainan PSM dari dia.
"Alhamdulillah, walaupun montang manting, Finky kerja keras di lapangan dan alhamdulillah, emang ketika Pluim tidak berkembang, PSM tidak berbahaya," kata Banur.
Debut Manis Frendi dan Jonathan Eduardo Cantillana Zorilla
Bek sayap PSIS Semarang, Frendi Saputra mengaku senang akhirnya bisa kembali berseragam PSIS Semarang musim ini.
Apalagi, dalam laga kontra PSM, Frendi ternyata menjadi pilihan utama pelatih Bambang Nurdiansyah, untuk mengawal area kiri pertahanan PSIS.
Frendi menjalani laga come back pasca menderita cedera lutut di awal tahun 2019.
Pemain asal Lampung tersebut terpaksa harus beristirahat panjang mengolah si kulit bundar.
"Saya ingin bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh coach kepada saya, karena ini pertandingan pertama saya pasca cedera di awal musim," kata Frendi dalam jumpa pers seusai laga.
Ia berharap, kemenangan dalam laga kontra PSM bisa menjadi awal kebangkitan PSIS yang dalam enam laga sebelumnya tak meraih sekalipun kemenangan.
"Saya berterimakasih kepada coach sudah memberikan kesempatan kepada saya. Dan alhamdulillah kami bisa melatih kemenangan hari ini. Semoga kedepan tim ini bisa terus maju, dan memenuhi target sesuai yang diinginkan," kata Frendi.
Ia juga mengaku senang sebab, PSIS menjadi tim pertama yang sukses memberi kekalahan pertama untuk PSM di kandangnya.
"Ya pasti saya sebagai pemain sangat senang. Intinya sangat bangga bisa mengalahkan PSM," ucap Frendi.
Selain Frendi yang melakoni laga debut untuk PSIS kala menghadapi PSM, gelandang anyar PSIS berpaspor Palestina dan Chile, Jonathan Eduardo Cantillana Zorilla juga melakoni debut bersama PSIS.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemain-psis-saat-lawan-psm-makassar-rabu-1192019.jpg)