Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menag Lukman Hakim Minta Maaf soal Pemakaman Mbah Moen di Mekkah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meminta maaf kepada seluruh hadirin pada acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin saat hadir pada peringatan 40 hari wafatnya Mbah Moen di Ponpes Al Anwar Sarang Rembang, Sabtu (14/9/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin meminta maaf kepada seluruh hadirin pada acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH Maimoen Zubair di Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu Sarang Rembang, Sabtu (14/9/2019) malam.

"Saya di sini bukan hanya menyambung silaturrahim, saya hadir di sini untuk menyampaikan maaf saya sebesar-besarnya. Khususnya pada keluarga besar, Bu Nyai, putra-putri almaghfurlah, para kiai, dan santri. Saya mohon maaf bila ketika mengurus jenazah almarhum, banyak hal yang tidak pada tempatnya," ucapnya.

Pemakaman Mbah Moen di Pemakaman Ma'la
Pemakaman Mbah Moen di Pemakaman Ma'la ((tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi))

Lukman juga memohon pada khalayak agar memaklumi bahwa Mbah Moen wafat di negara orang.

Di mana aturan yang berlaku tidak sama dengan di tanah air. Budaya dan tradisinya pun berbeda.

"Sehingga saya mohon maaf bila ada hal yang tidak sebagaimana yang diharapkan," tambahnya.

Terlepas dari itu semua, lanjutnya, ia mengajak khalayak untuk bersyukur.

Suasana area pondok pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang, Sabtu (14/9/2019) malam, pada peringatan 40 hari wafatnya Kh Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Suasana area pondok pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang, Sabtu (14/9/2019) malam, pada peringatan 40 hari wafatnya Kh Maimoen Zubair atau Mbah Moen. (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

Meski Mbah Moen wafat di negara orang, Allah memudahkan segala urusan pemulasaraan jenazah beliau.

Sejak Mbah Moen berada di rumah sakit, kemudian dimandikan, dikafani, dishalatkan di Masjidil Haram, hingga dikebumikan di Ma'la, menurut Lukman, semua urusan berlangsung begitu mudah, sangat lancar.

"Bahkan, KH Mustofa Aqil mengatakan, meski sudah wafat, beliau mengurus dirinya sendiri. Karena kebesaran beliau, semua urusan pemakaman dimudahkan," ucapnya.

Suasana komplek pondok pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang, Sabtu (14/9/2019) malam, penuh dengan manusia untuk turut memeringati 40 hari wafatnya Kh Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Suasana komplek pondok pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang, Sabtu (14/9/2019) malam, penuh dengan manusia untuk turut memeringati 40 hari wafatnya Kh Maimoen Zubair atau Mbah Moen. (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

Lukman berterimakasih pada pemerintah Arab Saudi, KJRI, dan santri Mbah Moen yang kebetulan sedang berhaji ketika Mbah Moen meninggal.

Lukman mengatakan, bersama banyak pihak lain, mereka semua telah membantu proses pemakaman Mbah Moen.(*)

40 Hari Wafatnya Mbah Moen, Lautan Manusia di Komplek Ponpes Al Anwar Sarang Rembang

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved