Kirab Grebeg Sura Baturraden 2019 Digelar 22 September, Begini Gambaran Awal Prosesinya
Bersiaplah kepada seluruh warga Banyumas dan sekitarnya untuk memeriahkan ataupun menyaksikan pagelaran budaya tahunan Grebeg Sura Baturraden 2019.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
Setelah itu disusul barisan rontek, pembawa gunungan, serta pembawa jolen berisi tumpeng kuat, tumpeng robyong, dan tumpeng triwarna.
Ada juga pembawa wedhus kendhit (kambing hitam dengan warna putih melingkar seperti ikat pinggang pada bagian perut), pembawa belisan, dan barisan pembawa tenong.
Para sesepuh masyarakat kemudian akan melantunkan doa dengan harapan masyarakat sekitar Gunung Slamet selalu diberi keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran oleh Tuhan.
Barulah setelah pembacaan doa, gunungan yang diarak diperebutkan oleh masyarakat dan para pengunjung yang hadir.
Sementara itu tumpeng robyong dan tumpeng triwarna akan dilarung di Sungai Gumiwang yang berada di tengah Lokawisata Baturraden.
Sebelumnya juga dilakukan penyembelihan wedhus kendhit di kompleks pemakaman petilasan atau situs Baturraden.
Kemudian nasi beserta lauk yang dibawa menggunakan tenong dimakan bersama oleh pengunjung usai rangkaian kegiatan selesai. (Permata Putra Sejati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/grebeg-sura-baturraden-2019.jpg)