Begini Cara BPJS Ketenagakerjaan Ikut Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya, Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah mensosialisasikan program promotive preventive, berupa

Begini Cara BPJS Ketenagakerjaan Ikut Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Safety Riding yang diadakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng dan DIY dengan perusahaan peserta. Berlokasi di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya, Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah mensosialisasikan program promotive preventive, berupa Pelatihan Safety Riding pada perusahaan peserta dan pembagian secara simbolis alat pelindung diri berupa helm motor, Selasa (17/9/2019).

Acara yang diselenggarakan di Hotel Patra Jasa Semarang ini, dihadiri oleh 320 peserta dari perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah terseleksi sehingga tepat sasaran.

Perusahaan terseleksi di antaranya berdasarkan tertib administrasi kepesertaan dan tidak menunggak iuran.

Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY, Wiwik Septi Herawati mengatakan, pihaknya mengundang 320 peserta dari 144 perusahaan di Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta sebagai mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam sosialisasi safety riding tersebut.

"Berdasarkan data tahun 2018, terdapat 20.679 kasus kecelakaan kerja dengan total pembayaran klaim sebesar Rp 93,02 miliar, dengan kasus kecelakaan yang terjadi di lalu lintas sebanyak 6.364 kasus dan total pembayaran sebesar Rp. 49,6 miliar," tutur Wiwik Septi, pada Tribunjateng.com, Selasa (17/9/2019).

Sedekah Laut di Kota Tegal, 7 Kepala Kerbau Dilarung Sebagai Bentuk Syukur Atas Hasil yang Didapat

Disbudpar Kota Semarang Latih Pengelola Homstay, Wisata Kuliner dan Pemandu Wisata

Pertegas Sebagai Kampus Indonesia Mini, UKSW Salatiga Gelar Pertunjukkan Budaya Indonesia

Anak-anak TK Nabila Petir Senang Ada Volunter WNA Asal Austria Mengajar Bahasa Inggris

Kegiatan ini, menurut Wiwik, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, utamanya keselamatan dalam berkendara pada saat melaksanakan pekerjaan.

Dia juga menyebutkan, kecelakaan kerja yang dialami peserta BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Tengah kebanyakan terjadi di jalan raya.

Sampai bulan Agustus 2019, pihaknya telah melakukan pembayaran klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 15.316 kasus yang jumlahnya sebesar Rp 75 miliar.

Kemudian klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 206.210 kasus sebesar Rp 1,5 triliun, Jaminan Kematian (JKM) 2.436 kasus sejumlah Rp 66 miliar, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 20.664 kasus yang jumlahnya mencapai Rp 12 miliar.

"Adapun persentase kasus kecelakaan kerja di lalu lintas sebesar 30,77 persen, dan total pembayaran klaim kecelakaan lalu lintas sebesar 53,37 persen, dari total pembayaran klaim Jaminan Kecelakaan Kerja," ujarnya.

Tujuan dilaksanakan pelatihan safety riding dan alat pelindung diri berupa helm motor ini, untuk meningkatkan pemahaman akan keselamatan berkendara sebagai upaya menurunkan angka kecelakaan di jalan raya terutama roda dua.

Selain pelatihan safety riding, diberikan juga Alat Pelindung Diri berupa helm motor sebanyak 500 unit kepada tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, dari perusahaan yang memenuhi kriteria secara simbolis.

"Melalui pelatihan ini kami berharap bagi peserta yang telah mendapatkan pemahaman safety riding dapat berbagi pengetahuan kepada rekan kerja di perusahaan.

Selain itu, peserta juga bisa memahami dan mamanfaatkan program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved