Ini Keluhan Sakit yang Diterima Tenaga Medis di Rail Clinic di Stasiun Comal Pemalang
Ratusan warga tampak menyerbu rangkaian kereta api kesehatan atau Rail Clinic di Stasiun Comal, Kabupaten Pemalang, Kamis, (3/10/2019).
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Ratusan warga tampak menyerbu rangkaian kereta api kesehatan atau Rail Clinic di Stasiun Comal, Kabupaten Pemalang, Kamis, (3/10/2019).
Mereka tengah mengikuti pengobatan gratis yang digelar PT KAI Daop IV Semarang.
Ratusan warga yang datang itu, memeriksakan kondisi kesehatannya kepada sejumlah dokter yang disiagakan.
Beragam keluhan diterima dari warga.
Dari mulai sakit kepala biasa, mengecek kondisi mata, gigi, gula darah, kolesterol, hingga kandungan.
Kepala Daop IV Semarang Muhammad Nurul Huda Dwi Santoso mengatakan Raio Clinic di Stasiun Comal adalah program kesehatan yang ketiga kalinya di tahun 2019 di wilayah Daop IV Semarang, setelah sebelumnya dilaksanakan di Stasiun Alastua Semarang dan Stasiun Gubug.
• Dishub Klaim Kemacetan di Depan Pasar Projo Juga Dipengaruhi Swalayan yang Tak Punya Tempat Parkir
• Robiah Keluhkan Pedagang Pasar Pagi Ambarawa yang Tak Tertib Aturan
• Pilus Dorong Pemkot Semarang Segera Selesaikan Penataan Kota Lama
• Hari Batik Nasional, Ada Pembatik yang Cuma Dibayar Rp 400 Ribu Sebulan dan Tak Punya Jaminan Sosial
"Kereta kesehatan atau Rail Clinic ini merupakan generasi ke 4 berupa pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat.
Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kesehatan gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan," kata Huda kepada Tribunjateng.com.
Adapun pelayanan kesehatan didalam Rail Clinic itu meliputi pemeriksaan umum, kesehatan ibu dan anak, gigi, mata, laboratorium sederhana, layanan farmasi.
"Dalam bakti sosial ini Daop IV telah menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari satu dokter spesialis, empat dokter umum, satu dokter gigi, lima bidan, 13 perawat, satu apoteker, dan satu asisten apoteker," ungkapnya.
Huda mengungkapkan dalam rangkaian kereta api ini, ada juga kereta perpustakaan atau Rail Library.
"Ada ratusan buku bacaan, dan dilengkapi pula dengan fasilitas e- library atau perpustakaan elektronik berupa enam buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak yang terkoneksi dengan internet," tuturnya.
Huda menambahkan dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi antara pihak PT KAI dengan masyarakat. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rail-clinik-dro.jpg)