Pilus Dorong Pemkot Semarang Segera Selesaikan Penataan Kota Lama

DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera menyelesaikan penataan kawasan Kota Lama.

Pilus Dorong Pemkot Semarang Segera Selesaikan Penataan Kota Lama
ISTIMEWA
Iluatrasi - Wisatawan kunjungi Kota Lama Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera menyelesaikan penataan kawasan Kota Lama.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, kondisi Kota Lama yang masih semrawut lantaran parkir belum tertata secara keseluruhan dan masih adanya pedagang kaki lima (PKL), pengamen, maupun pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) justru dapat memberikan efek negatif terhadap wisatawan.

Selain itu, kesemrawutan juga dapat menimbulkan kerawanan bagi para pengunjung.

"Kami terus mendorong Pemkot melakukan penataan dalam waktu dekat.

Ditata dengan baik sehingga akan semakin ramai didatangi pengunjung.

Mereka juga nyaman refresing disana," ujar Pilus, sapaan akrabnya, Kamis (3/10/2019).

Robiah Keluhkan Pedagang Pasar Pagi Ambarawa yang Tak Tertib Aturan

Hari Batik Nasional, Ada Pembatik yang Cuma Dibayar Rp 400 Ribu Sebulan dan Tak Punya Jaminan Sosial

Derita Warga Desa Langgar Purbalingga, 5 Bulan Menunggu Suara Mesin Berharap Truk Pembawa Air Bersih

Piutang PBB P2 Kendal Turun Rp 2,41 Miliar Berkat Bulan Penghapusan Denda

Kesulitan yang dihadapi Pemkot Semarang dalam penataan Kota Lama, menurut Pilus, yakni lahan yang hendak dijadikan kantong parkir merupakan lahan milik pihak ketiga.

Pemkot pun sudah mulai melakukan perbincangan dengan pemilik lahan.

Hanya saja, Pemkot perlu memberikan kemudahan bagi para pemilik lahan agar mereka tergerak untuk segera memanfaatkan lahan tersebut sebagai kantong parkir, semisal kemudahan berbagai perizinan maupun pemberian insentif pajak kepada pemilik lahan.

Terkait masih banyaknya PKL dan kelompok kesenian di kawasan herritage tersebut, lanjut Pilus, Pemkot harus memberikan ruang bagi mereka namun tidak memanfaatkan jalan maupun trotoar agar keberaan mereka tidak mengganggu mobilitas wisatawan yang menikmati suasana Kota Lama.

"Kami juga dorong Pemkot untuk carikan tempat untuk PKL dan kelompok seni.

Bisa dibuatkan semacam shelter seperti shelter pujasera supaya tidak terlihat kotor dan semrawut agar perekonomian meningkat dan daya tarik juga bertambah," kata Pilus.

Diakuinya, penataan Kota Lama memang membutuhkan proses. Namun, dia yakin Pemkot Semarang dapat menyelesaikan dalam waktu dekat.

Sehingga, Kota Lama akan menjadi jujugan wisata yang digemari masyarakat dan bisa menjadi ikon Kota Semarang. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved