Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Link Live Streaming Satu Meja The Forum Kompas TV Rabu 9 Oktober jam 20.00 WIB: Buzzer Demokrasi

Link live streaming Satu Meja The Forum Rabu 9 Oktober 2019 pukul 20.00 WIB dengan tema Buzzer Demokrasi dan Pertarungan Opini.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Link Live Streaming Satu Meja The Forum Kompas TV Rabu 9 Oktober jam 20.00 WIB: Buzzer Demokrasi 

TRIBUNJATENG.COM- Link live streaming Satu Meja The Forum Rabu 9 Oktober 2019 pukul 20.00 WIB.

Satu Meja The Forum nanti malam akan mengusung tema Buzzer Demokrasi dan Pertarungan Opini.

Diskusi nanti malam akan menghadirkan Haris Azhar, Eko Sulistyo, Adhie M Massardi, Agus Sudibyo, Eko Kuntadhi, Hari Ambari.

Diketahui, Keberadaan buzzer pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo di media sosial menjadi sorotan beberapa waktu terakhir.

Pihak Istana Kepresidenan pun sampai-sampai ikut berkomentar.

Kegaduhan yang diciptakan buzzer pendukung Jokowi terjadi setelah Presiden menyetujui revisi UU KPK yang diusulkan DPR.

Para buzzer mati-matian membela kebijakan Jokowi yang tidak populer karena dianggap melemahkan KPK itu. Sebagian buzzer bahkan menuding ada kelompok Taliban di KPK.

Misalnya akun @Billray2019 yang menyatakan "Jokowi Tidak Membunuh KPK. Selamat tinggal taliban di KPK.

Kalian kalah lagi, kalian kalah lagi." Pernyataan tersebut diunggah pada 13 September pukul 10.03 WIB.

"Isu radikalisme, yakni isu Taliban ini sering dan sukses dipakai oleh buzzer yang bertujuan agar publik ragu terhadap KPK dan menyetujui agar revisi disahkan dan berharap capim terpilih bisa membersihkan isu itu," ujar analis media sosial dan digital dari Universitas Islam Indonesia (UII), Ismail Fahmi.

Selain itu, ada juga buzzer yang menggiring opini pro-revisi UU KPK dengan model giveaway.

Buzzer tersebut menciptakan opini publik di media sosial, khususnya Twitter, dengan memberikan ganjaran voucher berupa pulsa hingga saldo elektronik, seperti OVO dan Go-Pay sebanyak Rp 50.000 kepada dua warganet terpilih dengan membalas dan me-retweet kicauannya sebanyak-banyaknya.

"Jadi yang penting adalah tagarnya. Ketika tagar itu masuk dan jadi trending topic di Twitter, yang penting muncul.

Itu jadi alat atau tools mereka untuk memanipulasi publik," papar Ismail.

Akun @Dennysiregar7, misalnya, berkicau soal ambulans yang merawat korban kerusuhan setelah aksi unjuk rasa berujung ricuh pada 26 September 2019.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved