Link Live Streaming Satu Meja The Forum Kompas TV Rabu 9 Oktober jam 20.00 WIB: Buzzer Demokrasi
Link live streaming Satu Meja The Forum Rabu 9 Oktober 2019 pukul 20.00 WIB dengan tema Buzzer Demokrasi dan Pertarungan Opini.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Saat itu Denny mencuit, "Hasil pantuan malam ini.Ambulans pembawa batu ketangkep pake logo @DKI Jakarta," tulis Denny sambil mengunggah sebuah video.
Namun, di video tak terlihat bahwa ambulans itu membawa batu.
Belakangan akun NTMC Polda Metro Jaya juga mengunggah video serupa, tetapi menghapusnya beberapa menit setelah diunggah.
• Haikal Hassan Protes Video Ninoy Karundeng Diputar di ILC, Begini Reaksi Karni Ilyas
• Emosi Anaknya Ditahan Karena Demo, Harfiyah: Saya Mau Tidur di Polda Sampai Anakku Bebas
• Fadjroel Rachman Sebut Demo Mahasiswa Tak Bisa Gulingkan Jokowi, Ini Alasannya
• Sukini Menangis Anaknya 16 Tahun Seusai Demo Ditahan Polisi Tanpa Surat: Saya Bodoh Gak Tahu Apa-apa
Polisi lalu mengklarifikasi bahwa ambulans itu datang ke lokasi tidak membawa batu seperti yang dituduhkan.
Namun, versi polisi, batu yang ada di di ambulans itu merupakan milik demonstran yang berlindung.
Selain soal polemik batu di ambulans, ada juga tangkapan layar chat pelajar SMK (STM).
Tangkapan layar yang diunggah sejumlah akun pendukung Jokowi itu menunjukkan sebuah grup WhatsApp di mana anak-anak STM mengeluhkan kondisi mereka yang mengikuti demo, tetapi tidak mendapat bayaran.
Kendati demikian, warganet yang mengecek nomor di grup tersebut dengan aplikasi Get Contact dan True Caller justru menemukan fakta lain.
Warganet menduga nomor-nomor yang seolah mengatasnamakan anak STM itu justru adalah nomor polisi.
Namun, kepolisian membantah ada oknum polisi terlibat merekayasa percakapan anak STM ini.
Tanggapan Istana
Istana angkat bicara Riuh para buzzer membuat pihak Istana Kepresidenan angkat bicara.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut para buzzer pendukung Presiden Jokowi di media sosial tidak dikomando.
Menurut Moeldoko, para buzzer pembela pemerintah itu merupakan para relawan dan pendukung fanatik Presiden Jokowi saat kontestasi Pilpres 2014 dan 2019.
Melansir dari Kompas.com, "kan ini kan, yang mainnya dulu relawan sekarang juga pendukung fanatik. Jadi memang buzzer-buzzer yang ada itu tidak dalam satu komando, tidak dalam satu kendali. Jadi masing-masing punya inisiatif," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (3/10/2019)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/link-live-streaming-satu-meja-the-forum-kompas-tv-rabu-9-oktober-jam-2000-wib-buzzer-demokrasi.jpg)