Breaking News:

Viral KKN Desa Penari, Desa Menari Ternyata Ada di Lereng Gunung Telomoyo, Ini Asal-usulnya

Beberapa waktu lalu, kisah fiksi Desa Penari sempat viral ketika cerita horor KKN di Desa Penari banyak diperbincangkan orang.

Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Anak-anak menari di Festival Lereng Telomoyo, Desa Menari Tanon, Getasan, Sabtu (13/10/2019). 

Dari tahun 2002 hingga 2009 ia menyebut belum menemukan konsep. Seiring berjalannya waktu ia kemudian menyadari untuk bisa mengajak warga mencintai profesinya adalah dengan pendekatan wisata.

Ia pun menyampaikan konsepnya tersebut kepada masyarakat Dusun Tanon, namun mereka tidak serta merta menerima.

Kendala sumber daya manusia sebagian besar warga yang belum tamat pendidikan sekolah menengah membuat konsepnya tidak diterima.

Meski demkikian Tris terus berupaya hingga akhirnya warganya sepakat untuk menerima wisatawan masuk.

Ia kemudian membuat paket wisata bertani, beternak, dolanan tradisional, mulai engklek, enggrang, gobaksodor, dan membuat homestay di rumah warga.

"Di tahun itu saya tawarkan paket dan konsep wisata itu saya sampaikan ke pemerintah agar mendapat bantuan dan dukungan.

Namun ditolak, saat itu pemerintah menanyakan ada objek apa yang bisa dijual, diangkat? Saya bilang di desa kami memang nggak ada objek apa-apa, namun kami menawarkan wisata pengalaman dan edukasi, bagi mereka saat itu konsep ini nggak masuk," terang Trisno.

Meski demikian ia pantang menyerah, dari pemerintahan tidak tembus ia membidik sektor swasta melalui program CSR yang ada.

Tahun 2015 mereka mendapat bantuan dan dukungan dari Astra.

Tanon kemudian disulap menjadi desa wisata yang bukan hanya mengandalkan pertanian dan peternakan.

Halaman
123
Penulis: rival al manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved