Jateng Mampu Loloskan 8 Atlet Perorangan dan 2 Beregu Anggar di PON Papua 2020
Pertandingan kualifikasi (Pra) PON di cabang olahraga anggar yang digelar di GOR Universitas Semarang (USM) hingga jam 19.00 WIB, tim dari Jawa Tengah
Penulis: hesty imaniar | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pertandingan kualifikasi (Pra) PON di cabang olahraga anggar yang digelar di GOR Universitas Semarang (USM) hingga jam 19.00 WIB, tim dari Jawa Tengah mampu meloloskan beberapa atletnya di PON Papua 2020 mendatang.
Pelatih Kelas Sabel Anggar Jateng, Gerrardus F Bolang, mengatakan hasil di Pra PON yang digelar di Semarang ini sesuai dengan target yang dicanangkan dalam tahapan jelang PON di Papua tahun depan.
"Kami untuk perorangan telah meloloskan 8 atlet anggar yakni atas nama Dinda Dwi Ariyanti mendali perunggu, Flodesa mendali perunggu, Yusuf Aprilan kelas Floret Putra, Putri Faradilah kelas Floret Putri, Yulian Muhammad Adhitama kelas Sabel Putra, Rossy Arrazaq kelas Degen Putra, Khofifatul Laela Fitriana kelas Degen Putri, dan Putri Aji kelas Degen Putri," sebutnya, Senin (14/10).
Tidak hanya ke 8 atlet anggar perorangan itu saja, tetapi juga ada 2 beregu dari kelas Sabel putra dan putri dan dua beregu lainnya.
Hasil yang didapat itu, lanjutnya, akan dimaksimalkan.
"Tentu akan kami maksimalkan, karena ke depan di helatan PON di Papua 2020 tentu akan semakin sengit dan berat rivalnya anak-anak Jateng ini, tentunya akan kami gembleng secara intensif dan dibangun lagi kekompakannya," beber Gerrardus, yang yakin tim anggar Jateng mampu dapatkan medali di PON 2020 mendatang.
• Meski Dinyatakan Sah, Warga Kemijen Semarang Belum Bisa Agunkan dan Balik Nama Sertifikat Tanah
• Angkasa Pura Pastikan Penerbangan dari Semarang Tak Terdampak Erupsi Merapi
• 3 Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan Soroti Kasus di RSUD Kajen, PKB Sebut Pelayanan Belum Memuaskan
• Di Tegal Pengurusan Kependudukan Berbasis Online Akan Diantar Ojol, Pemohon Cukup Menunggu di Rumah
Sementara itu, salah satu atlet Anggar Kelas Sabel Putra, Indra Agus Setiawan (22) yang berasal dari Kudus itu, mengaku senang bisa lolos ke PON meski harus kalah dari tim rival Sumatera Selatan dan ada diperingkat ke 4.
"Bangga, telah menjadi bagian dari jalannya prestasi Jateng di kancah olahraga, apalagi Sumsel menjadi rival terberat di kelas Sabel ini.
Apalagi, saya pernah ikut ajang Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang kemarin, dan juga ikut PON di Jabar emapt tahun silam saya berhasil bawa pulang medali perunggu," sambung dia, yang berharap atlet anggar lebih diperhatikan lagi dari segi perlengkapan bertanding.
Adapun disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jateng, Kukuh Birowo, babak kualifikasi PON 2020 ini diikuti seluruh provinsi yang ada di Indonesia dan di gelar di Semarang, Jawa Tengah mulai 11-14 Oktober 2019.
"Ada aturan di Pra PON kali ini, yakni usia atlet anggar ini dibatasi maksimal 26 tahun per Januari 2020.
Sehingga, ini yang bertanding usianya maksimal baru 25 tahun dan dibawahnya.
Dengan begitu, kami di IKASI Jateng senang karena ini merupakan suatu langkah pembibitan," jelasnya.
Adapun, ajang kualifikasi PON di Semarang ini, juga merupakan suatu prestasi tersendiri karena Jateng harus bersaing dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam hal sebagai tuan rumah Pra PON cabor Anggar.
Disisi lain, ia juga berharap pihak KONI Jateng juga mau memperhatikan cabor yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk perlengkapan bertandingnya seperti baju, senjata, dan kelengkapan lainnya, yang capai Rp 17 jutaan.
"Total atlet yang ikut kualifikasi ini ada 816 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dan tentunya, target untuk Jateng, yaitu hanya harus bisa meloloskan atlet anggar di PON 2020 sebanyak-banyaknya, dengan begitu peluang untuk mendapatkan medali lebih banyak.
Dan dari pihak KONI Jateng, juga bisa lebih perhatian ke cabor ini, agar lebih berprestasi lagi," pungkasnya.(hei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anggar-hei.jpg)