Topan Hagibis: Petugas Menemukan Jenazah dari Rumah dan Mobil yang Terendam
Puluhan ribu tim penyelamat Jepang dikerahkan untuk mencari korban selamat setelah amukan Topan Hagibis akhir pekan lalu
TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Puluhan ribu tim penyelamat Jepang dikerahkan untuk mencari korban selamat setelah amukan Topan Hagibis akhir pekan lalu yang membunuh 35 orang.
Topan yang disebut terkuat dalam 60 tahun terakhir itu mendarat pada Sabtu (12/10), menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Lebih dari 110.000 tim penyelamat, termasuk 31.000 tentara Jepang, bekerja sepanjang malam untuk mencari korban yang masih terperangkap.
Media lokal dikutip AFP, Senin (14/10) memberitakan, sekitar 35 orang tewas akibat terjangan Topan Hagibis, dengan Kyodo menyebut 20 orang masih hilang.
Hagibis datang dengan kecepatan angin mencapai 216 kilometer per jam, menyebabkan hujan lebat dan 21 sungai meluap dengan dilaporkan adanya kerusakan.
Di Nagano, tanggul Sungai Chikuma jebol dan mengalir hingga ke permukiman.
Akibatnya, rumah warga terendam hingga ke lantai dua. Militer dan dinas pemadam kebakaran mengangkut korban dari atap.
Di Fukushima terjadi kejadian tragis, saat perempuan lansia terjatuh dari helikopter. Perempuan yang usianya ditaksir sekitar 70-an itu jatuh dari ketinggian 40 meter ketika diangkut helikopter saat diselamatkan dari area terdampak.
Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mengakui, perempuan lansia itu tewas karena tidak diikat dengan benar saat diterbangkan dari Kota Iwaki di Fukushima.
Dalam konferensi pers dikutip Sky News, Minggu (13/10), otoritas Jepang menyampaikan permintaan maaf dengan membungkuk dalam dan lama sesuai tradisi.
Upaya penyelamatan itu berlangsung hingga Senin pagi, tim ada yang mencari di kawasan berlumpur menggunakan belati mereka.
Korban tewas yang dilaporkan, Minggu (13/10), diketahui setelah petugas menemukan jenazah dari rumah dan mobil yang terendam.
Korban tewas terdiri atas seorang pekerja kota yang mobilnya terbalik, dan sedikitnya lima awak asal China ketika kapal karam di Teluk Tokyo.
"Dari 12 kru yang berada di kapal, lima di antaranya berasal dari China," demikian pernyataan dari penjaga pantai setempat.
Penjaga pantai itu menuturkan, empat kru yang berasal dari China, Myanmar, dan Vietnam sudah diselamatkan, dengan operasi bakal kembali digelar.
Rencananya, mereka akan menerjunkan 11 perahu, dua helikopter, puluhan penyelam untuk mencari tiga kru kapal tersisa yang masih hilang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sebanyak-32-orang-hilang-terseret-topan-megi-di-cina-fujian_20160929_160145.jpg)