Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Depan Makam Saudari Kembarnya, Kumalasari Meratap: Salah Dia Apa?

Bunga tabur di pemakaman Kumalasari, gadis muda yang ditemukan tewas terbungkus karung pupuk masih terlihat segar

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Kumalasari saat berkunjung ke makam saudara kembarnya, di Pemakaman Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Bunga tabur di pemakaman Kumalasari, gadis muda yang ditemukan tewas terbungkus karung pupuk masih terlihat segar.

Pasalnya jenazah gadis 29 itu baru saja dimakamkan pihak keluarga di Pemakaman Desa Depok Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Di tengah ratusan batu nisan yang ada di pemakaman, nampak seorang wanita yang terus menatap persemayaman Kumalasari.

Wajahnya wanita itu terlihat murung, dan matanya berkaca-kaca saat menatap makam Kumalasari.

Wanita itu adalah saudara kembar Kumalasari, yang datang dari Jakarta.

Baik wajah, serta tinggi badan hampir sama dengan Kumalasari, bahkan nama saudara kembar korban pembunuhan itu juga sama yaitu Kumalasari (29).

Usai melihat makam saudaranya, ia menceritakan sosok saudaranya yang akrab disapa Saroh itu.

“Saya saudara kembar dari Saroh, sejak kecil kami bersama namun beberapa tahun lalu saya merantau ke Jakarta untuk bekerja,” jelasnya, Kamis (17/10/2019).

Dilanjutkan Sari, ia sangat terpukul mendengar kabar kematian saudara kembarnya secara tak wajar.

“Saya dapat kabar saudara saya meninggal Rabu (16/10) lalu, langsung saya pulang ke Pekalongan dan sampai di sini pagi tadi,” paparnya.

Sari pun tak menyangka, pelaku tega menghabisi saudaranya yang dikenalnya sebagai sosok pendiam.

“Salah saudara saya apa, memang ia pendiam dan berkebutuhan khusus, namun ia tak pernah mengganggu orang lain.

Pekerjaannya hanya memetik bunga melati di sekitar desa, bahkan ia tak pernah kenal dengan seorang lelaki.

Namun pelaku tega melakukan perbuatan keji itu,” jelasnya.

Sari mengaku tak terima, saudaranya diperlakukan bak binatang, yang berujung menghilangkan nyawa.

“Saya tidak ikhlas saudara saya diperlakukan seperti itu. Pelaku harus diadili, kalau perlu dihukum mati,” tambahnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved