PGSI Desak DPRD Demak Sahkan Raperda Insentif Pendidikan Sebelum Pilkada 2020

Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) melakukan audiensi di DPRD Demak, Jumat (18/10/2019).

PGSI Desak DPRD Demak Sahkan Raperda Insentif Pendidikan Sebelum Pilkada 2020
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
PGSI lakukan audiensi terkait Raperda insentif pendidikan di kantor DPRD Demak, Jumat (18/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) melakukan audiensi di DPRD Demak, Jumat (18/10/2019).

Audiensi tersebut, PGSI mendesak DPRD Demak untuk segera mengesahkan rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai insentif pendidikan.

"Raperda mengenai dana hibah terhadap guru, sudah disetujui oleh seluruh anggota DPRD Demak tahun 2014-2019, sekarang tinggal di tangan bupati, eksekutif," jelas Ketua PGSI, Noor Salim.

Ia menjelaskan, proposal operasional PGSI sudah diajukan sejak Februari 2019. PGSI mengajukan dana hibah terhadap guru non-formal sebesar Rp 1 Juta.

Ia melanjutkan, di kota/kabupaten lain sudah mengatur dana insentif terhadap guru non-formal.

Seperti halnya Cirebon sebesar Rp 1 juta.

Murni Senang Bisa Bayar Pajak Kendaraan di Pasar Baledono Purworejo

Hendrik Jun Ditangkap Polisi, Ditemukan Sabu 1 Paket di Bungkus Rokok Gudang Garam

"Dengan disahkannya Raperda tersebut, kita (para guru) menjadi terlindungi.

Karena adanya dana insentif pendidikan yang diberikan kepada guru dari pemerintah kabupaten," jelasnya.

Ia menambahkan selama ini, guru non-formal di Demak sama sekali tidak mendapat dana insentif dari Pemkab Demak.

Ia menjelaskan guru non-formal atau swasta hanya diberikan oleh institusi sebesar Rp 100-200 ribu per/bulan.

Halaman
12
Penulis: Moch Saifudin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved