Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

FOKUS : Wejangan Sang Kesawasidi

ARKIAN, Prabu Duryudana sang pemimpin Astinapura telah mendengar tentang wahyu yang bakal turun ke dunia. Wahyu makutarama.

Penulis: achiar m permana | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Menurut Rama, harus memiliki watak Indra (kuat, tidak mudah goyah, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat di atas segala-galanya), Yama (tegas dan adil dalam menegakkan hukum), Surya (mampu memberi semangat dan kekuatan serta menjadi sumber energi bagi rakyatnya), Candra (memperlihatkan wajah lembut, tenang, berseri-seri sehingga masyarakat yang dipimpinnya merasa damai), Bayu (selalu dapat mengetahui keadaan dan kehendak rakyatnya), Kuwera (bijaksana mempergunakan dana/atau uang negara), Baruna (dapat memberantas segala bentuk penyakit yang berkembang di masyarakat , seperti pengangguran, kenakalan remaja, pencurian dan pengacau keamanan negara), serta Agni (memiliki sifat-sifat selalu dapat memotivasi tumbuhnya sifat ksatria dan semangat yang berkobar dalam menundukkan musuh-musuhnya).

Beberapa jam sebelum pelantikan Jokowi-Ma'ruf, ulama kharismatik KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, dalam unggahannya di jejaring sosial Facebook, 20 Oktober 2019, menulis: "Maka tanggungjawab Bapak berdua sungguh berat namun mulia: tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat.

Pimpinlah kami rakyat Indonesia dengan cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah. Tantangan seberat apa pun, akan terasa ringan bersama Allah dan pertolongan-Nya," imbuhnya.

Hingga Minggu malam pukul 22.00, 13 jam setelah diunggah, tulisan itu telah mendapatkan lebih dari 1.300 komentar. Tulisan itu menuai perhatian netizen dan dibagikan lebih dari 4.600 kali.

Dalam tulisan itu, Gus Mus berpesan, "Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja. Pilihlah mereka yang mempunyai komitmen keindonesiaan dan bisa dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia.

Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu Bapak berdua kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka."

Pendamping Pak Jokowi, Kiai Ma'ruf, sudah tentu khatam perihal kepemimpinan. Saya kira bakal kuwalat, kalau saya menyampaikan kepada cicit Syekh Nawawi Albantani--yang bergelar Sayyid Ulama al-Hijaz alias Pemimpin Ulama Hijaz--bahwa kepemimpinan merupakan amanah dan tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada rakyat, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Kullukum ra'in, wa kullu rain mas'ulun an raiyyatih.

"Halah, malah ngotbahi Kiai Ma'ruf. Dhapurem, Kang, Kang...," Dawir nyeletuk lagi, kali ini terasa benar-benar nyampluk. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved