Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Botorejo Demak Minta Tempat Karaoke Ditutup

Ratusan warga Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam geruduk Kantor Desa Botorejo desak pemerintah desa menutup tempat karaoke yang masih beroperasi,

Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Seratusan warga Desa Botorejo menggeruduk Kantor Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Senin (21/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Seratusan warga Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam geruduk Kantor Desa Botorejo desak pemerintah desa menutup tempat karaoke yang masih beroperasi, Senin (21/10/2019).

Satu warga Botorejo, Kamdi (47) mengatakan, sejumlah karaoke di Desa Botorejo masih beroperasi, yang sebelumnya pernah disegel oleh Satpol PP Kabupaten Demak.

"Kami mendesak pemerintah desa agar menutup sejumlah karaoke yang masih beroperasi, karena sangat menggangu warga," jelasnya.

Ia menjelaskan di wilayah Desa Botorejo dan Kadilangu setidaknya ada lima karaoke yang masih beroperasi.

Diantaranya, Monalisa 1, Monalisa 2, Dewa Amor, dan lainnya.

Ia menjelaskan, jarak karaoke dari perumahan warga relatif dekat, dan setiap karaoke menyediakan pemandu karaoke (PK).

Angin Kencang Terjang 300 Lebih Rumah di Tegal, 32 Rusak Berat

PAD Kota Semarang di Sektor Retribusi Baru Tercapai 47 Persen, Agus Harap OPD Terkait Terus Bekerja

Undip Sudah Siapkan Kuliah Online, Tahun Depan Ditarget Sudah Berjalan

Bupati Ancam Perawat RSUD Kajen Dipindah ke Satpol PP Kalau Masih Judes Layani Pasien

"Hal tersebut sungguh mengganggu warga, terutama remaja, anak sekolah dan keberlangsungan rumah tangga," terangnya.

Ia menjelaskan pemilik usaha tempat hiburan membuat pintu lain untuk masuk dan mengoperasikan karaoke.

Ia menyebut tidak ada tindakan penanganan dari pihak keamanan atau polisi, sehingga warga bersatu dan menyampaikan aspirasi ke Kantor Desa Botorejo.

"Warga Desa Botorejo sudah bersatu dan jika tuntutan kami tidak dipenuhi dalam waktu tiga hari, kami akan menyampaikan aspirasi ke depan Kantor Bupati," terangnya.

Penolakan yang diikuti juga oleh puluhan ibu-ibu tersebut, nampak gaduh di Kantor Desa Botorejo.

Ibu-ibu tersebut ada yang datang mengendarai pikap dan mengenakan seragam serba putih.

Warga yang ditemui oleh Kepala Desa Botorejo, Sekretaris Camat Wonosalam, Kapolsek Wonosalam, dan Lembaga Perlindungan Hukum tersebut, diwarnai teriakan. "Tutup karaoke"

Sementara warga yang lain, Sumarti (45) mengatakan, keberadaan karaoke yang masih beroperasi tersebut sangat meresahkan warga.

Ia menjelaskan, setiap karaoke tersedia tempat untuk melakukan hubungan intim, dan tempat kos-kosan PK juga tersebar di area permukiman warga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved