Kadishub Jateng Sebut Belum Punya Pola Pengkategorian Penumpang Buruh atau Umum

Anggota Federasi Serikat Pekerja Independen, Waluyo, mempertanyakan kriteria buruh dalam penumpang Bus Rapid Transit Trans Jateng.

Kadishub Jateng Sebut Belum Punya Pola Pengkategorian Penumpang Buruh atau Umum
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Satriyo Hidayat, tengah memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (23/10/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota Federasi Serikat Pekerja Independen, Waluyo, mempertanyakan kriteria buruh dalam penumpang Bus Rapid Transit Trans Jateng.

Pasalnya, tarif tiket BRT Trans Jateng untuk pekerja atau buruh, pelajar, dan veteran dipatok Rp 2.000 dan Rp 4.000 untuk umum.

Menurutnya, banyak buruh yang saat ini tidak diberikan tanda pengenal oleh perusahaan asal mereka.

Terlebih buruh yang berasal dari perusahaan kecil dan buruh lepas.

Berbeda dengan pelajar yang dapat dilihat dari tanda pengenal dan seragam yang dikenakan.

"Tarif untuk pekerja dan buruh Rp 2.000, untuk membuktikan itu bagaimana.

Kalau mungkin perusahaan besar punya id card.

Bagi perusahaan kecil, buruh bangunan apa yang bisa untuk membuktikan.

Dia pasti akan membayar tarif umum," tuturnya, Rabu (23/10/2019).

Satpol PP Mulai Hilangkan Atribut Berbau Pornografi di eks Lokalisasi Sunan Kuning

Hutan Lereng Gunung Sumbing di Temanggung Kembali Terbakar, Tim Gabungan Sulit Jangkau Titik Api

Sekda Kudus Mengaku Siap Jika Dipanggil dalam Sidang Jual Beli Jabatan yang Jerat Bupati

3 Menteri di Kabinet Indonesia Maju dari Semarang, Ini Kata Wali Kota Hendi

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Jateng menyusun kriteria yang jelas untuk buruh yang dapat mengakses tiket Bus Trans Jateng dengan harga Rp 2.000.

Halaman
123
Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved