Begini Keseruan Ganjar saat Kunjungi Desa Wisata Taman Bambu Baturraden Banyumas
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Wisata Taman Bambu Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (29/10/2019).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Wisata Taman Bambu Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (29/10/2019).
Ganjar ditemani oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein berkeliling di tengah lebat dan rindangnya pohon-pohon bambu.
Desa wisata taman bambu, sedang dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Baturraden, Banyumas.
Wisatawan yang berkunjung akan menikmati sensasi lebat dan rindangnya pepohonan bambu yang beraneka ragam.
Ada puluhan jenis pohon bambu tumbuh subur di Desa tersebut.
Melihat potensi tersebut, warga sekitar bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengembangkannya menjadi destinasi desa wisata yang unik dan menarik.
Saat berkunjung Ganjar menyempatkan diri bermain panahan dan berfoto disalah satu spot foto yang instagramable, yaitu rumah miring.
Selepas berfoto di rumah miring, Ganjar dan Achmad Husein menuju ke sebuah air terjun kecil yang dinamai Green Waterfall.
• Instruksi Wajib Wali Kota Dedy Yon, Musim Hujan Pejabat Harus Sedia Jas Hujan dan Sepatu Bot
• IPAL di Kelurahan Ngijo Gunungpati Keluarkan Bau Tak Sedap, Dony Sebut Seperti Kotoran Manusia
• Tagihan Listrik Penerangan Jalan Umum di Kabupaten Tegal Capai Rp 3.5 Miliar per Bulan
• 128 Peserta Diklat Satpam Gada Pratama di Purworejo, 12 Diantaranya Wanita
Dinamai sebagai Green Waterfall karena dari kejauhan air terjun itu terlihat jernih dengan warna kehijauan yang sangat menarik mata untuk menikmati kejernihan airnya.
Ganjar dan Husein sempat membasuh muka dan menikmati panorama sekitar yang masih asri.
Namun demikian Ganjar mengatakan masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi supaya menjadi lebih baik.
Dirinya menyarankan supaya, desa dapat bekerjasama lebih lanjut dengan mengajak para ahli dari perguruan tinggi.
"Saya kira ini bagus, desa bisa bermitra dengan perguruan tinggi, dengan melakukan serangkaian pemantauan dan penggalian potensi dan perbaikan.
Perguruan tinggi juga dapat membuat landscape atau design.
Misalnya saja, jalannya ini bagus, tetapi terlalu terjal, nah arsitek tahu bagaimana cara mengatur itu," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (29/10/2019).
Gubernur juga menyoroti permasalahan sampah yang masih ditemukan.
"Kebersihan dan pengelolaan sampah mesti ketat. Sehingga tempat ini memiliki nilai jual yang tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nnfnfnf.jpg)