Utang BPJS Kesehatan ke RSUD Dr Soewondo Kendal Capai Rp 22 Miliar, Ini Harapan Kepada Menkes Baru

RSUD Dr Soewondo Kendal berharap kehadiran menteri kesehatan yang baru yakni Terawan Agus Putranto dapat membuat peningkatan dalam BPJS Kesehatan.

Utang BPJS Kesehatan ke RSUD Dr Soewondo Kendal Capai Rp 22 Miliar, Ini Harapan Kepada Menkes Baru
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri Kesehatan, dr Terawan Agus Putranto. 

TRIBUNJATENG,COM, KENDAL - RSUD Dr Soewondo Kendal berharap kehadiran menteri kesehatan yang baru yakni Terawan Agus Putranto dapat membuat peningkatan dalam BPJS Kesehatan.

Hal itu dijelaskan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Dr Soewondo Kendal, dr Rokhmat pada saat acara penyampaian perubahan visi rumah sakit itu pada Rabu (30/10/2019).

Rokhmat mengatakan saat ini pihaknya sering menunda peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakitnya akibat tunggakan BPJS di Rumah sakitnya.

Saat ini tunggakan klaim layanan kesehatan BPJS Kesehatan mencapai 22 miliar.

Tunggakan itu mulai dari Bulan April sampai September tahun ini.

Tak Peduli Laga Kandang di Markas Lawan, Kapten PSIS Yakin Raih Poin Penuh di Stadion Maguwoharjo

Tak Cuma Over Fishing, Alat Tangkap Bantuan Pemerintah Dijual Lagi Juga Jadi Masalah Nelayan Jateng

Omset Temanggung Fair 2019 Turun Hingga 1000 Persen, Pemkab Berkilah Acara Lancar dan Tak Hujan

Digugat Mantan Rekan Bisnis Rp 14 Miliar, Artis Ashanty Akan Disidang di PN Purwokerto

"Kami tetap memberikan pelayanan bagi pasien BPJS Kesehatan, jika terpaksa mendesak kami pun harus berhutang.

Namun saat ini masih dapat kami tangani beban itu meski harus menunda seperti pembelian peralatan untuk pelengkap fasilitas kesehatan dan pembayaran " ujarnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga tengah melakukan persiapan untuk penilaian akreditasi rumah sakitnya.

Menurutnya saat ini pihakynya berupaya untuk mempertahankan akreditasi rumah sakitnya yakni akreditasi Paripurna B.

"Penilaian ini akan dilakukan pada tanggal 11-14 November ini, kami bertekat untuk mempertahankannya," jelasnya

Sementara itu Humas RSUD Dr Soewondo, dr Muhammad Wibowo mengatakan bahwa saat ini RSUD Dr Soewondo mengubah visinya yang tidak hanya sekadar menjadi rumah sakit yang bermutu dan terpecaya, namun juga menjadi rumah sakit pendidikan.

"Hal itu dikarenakan banyak mahasiswa yang melakukan praktek di Rumah sakit kami, selain itu porsi pendidikan juga merupakan bagian dari penilaian akreditasi rumah sakit," ujarnya. (dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved