Derasnya Hujan Pertama 2019 di Sayung Demak Langsung Robohkan Jembatan Penghubung Antar Desa

Hujan yang terjadi pada Jumat (1/11/2019) mengakibatkan robohnya jembatan penghubung antar dua Desa Prampelan dan Desa Karangasem.

Derasnya Hujan Pertama 2019 di Sayung Demak Langsung Robohkan Jembatan Penghubung Antar Desa
IST
Jembatan roboh di Dusun Prampelan, di Atas Sungai Dombo-Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, (4/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Hujan yang terjadi pada Jumat (1/11/2019) mengakibatkan robohnya jembatan penghubung antar dua Desa Prampelan dan Desa Karangasem.

Akibatnya warga yang sebagian besar petani tersebut harus memutar sekira 1,5 kilometer.

Kepala Desa Sayung, Munawir mengatakan, jembatan tersebut berada di Dukuh Prampelan yang berada di Sungai Dombo-Sayung yang biasa digunakan petani untuk lalu lintas cocok tanam.

"Akibatnya robohnya jembatan tersebut, petani untuk panen dan lalulintas lainnya harus memutar.

Karena jarak antar jembatan sekira 1,5 kilometer," jelasnya, Senin (4/10/2019)

Munawir menambahkan, jembatan yang berukuran sekira 45 x 1,8 meter tersebut roboh sepanjang 15 meter pada posisi tengah.

Pohon Tumbang Jadi Biang Listrik Mati Sepanjang 6 Kilometer di Jalur Pantura Demak

Siap-siap, Anggota Dewan yang Malas di Tegal Akan Kena Sanksi

Bakal Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kendal Jalur Independen Sudah Bisa Galang Dukungan

Ternyata 2 Staf Khusus Bupati Kudus Non Aktif Tersangka Korupsi Adalah Mantan Napi Lapas Kedungpane

Ia menyebut robohnya jembatan yang berusia 22 tahun tersebut, setelah adanya geseran alat berat normalisasi Sungai Dombo-Sayung sebelumnya.

"Jembatan tersebut dibangun tahun 1998.

Jika melihat struktur jembatan, tidak ada pengikatnya, hanya disandarkan, kemungkinan adanya geseran alat berat normalisasi Dombo Sayung membuat jembatan gerak, dan ditambah dengan turunnya hujan sehingga jembatan menjadi roboh," terangnya.

Munawir menjelaskan kejadian jembatan roboh tersebut diketahui warga, Sabtu (2/11/2019) dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Ia berharap kepada BBWS Pamali Juana sebagai pemangku wewenang, agar segera memperbaiki jembatan yang menjadi jalur transportasi petani di Dua desa tersebut.

"Kami berharap semoga pihak yang berwewenang segera bisa menindaklanjuti, dan petani di Desa Prampelan dan Karangasem bisa beraktivitas seperti sebelumnya," jelasnya. (ivo)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved