Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus : Permainan 'Makelar Piknik' Memperburuk Layanan Paket Wisata

Beberapa kasus kecelakaan, melibatkan bus pariwisata yang sedang mengangkut banyak penumpang, baik pelajar maupun rombongan komunitas

TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN

Bahkan usai terjadi kecelakaan, pihak biro pariwisata juga memberikan bantuan terapi trauma healing kepada seluruh siswa dan guru yang ikut berwisata ke Bandung.

"Hampir tiap hari pihak biro juga jenguk anak saya yang masih dirawat di sini. Beberapa kali mereka juga ke sekolah untuk memberikan terapi trauma healing, supaya anak segera pulih dari rasa trauma pasca kecelakaan," ungkapnya.

Tak hanya membantu memberikan terapi, pihak biro pariwisata yang bekerjasama dengan SMP N 1 Subah juga memberikan sejumlah uang untuk perawatan korban yang selamat.

"Ya ada walau tidak banyak. Anak saya juga dapat, selain dari Jasa Marga dan pihak Pemkab Batang," tegasnya.

Akibat peristiwa kecelakaan tersebut pihak sekolah untuk sementara menghentikan kegiatan wisata hingga waktu yang tidak ditentukan. Supaya hilang perasaan trauma setelah kepala sekolah dan tiga siswa meninggal dunia.

"Pastinya kami semua trauma. Tidak hanya untuk guru dan siswa yang ikut piknik saja. Tapi siswa dan guru lain yang satu sekolah. Kami sepakat untuk sementara tidak melakukan piknik dahulu," pungkas Suroso.

Ugal-ugalan sejak Berangkat

Pengakuan orangtua siswa SMPN 1 Subah Kabupaten Batang yang tidak tidur saat terjadinya kecelakaan, sejak awal bus tersebut sering menyalip bus yang ditumpangi rombongan lain.

"Kata anak saya, bus yang kecelakaan itu sejak berangkat selalu mendahului bus lain. Jadi seperti ingin ada di posisi pertama terus," ujar Iwan orangtua Safarudin yang jadi korban selamat.

Saat terjadinya kecelakaan, Iwan mengatakan anaknya tidak mengetahui secara persis mengapa bus bisa hilang kendali.

"Memang sedikit aneh kecelakaan kemarin itu. Hampir semua siswa yang ada di dalam bus tidak begitu tahu persis. Mungkin karena sudah malam dan kondisi jalan tol yang gelap," katanya.

Sebelum berangkat piknik ke Bandung Jawa Barat, Iwan mendapatkan surat edaran dari pihak sekolah jika akan melakukan piknik.

"Kami tidak diajak untuk memusyawarahkan studi tour yang dilakukan anak-anak ke Bandung. Kami hanya mendapatkan surat edaran untuk memilih studi tour antara ke Jakarta atau Bandung," terangnya.

Setiap anak yang ikut piknik ke Bandung harus bayar Rp 700 ribu. Bagi yang tidak ikut, juga harus membayar sebesar Rp 350 ribu.

"Menurut saya itu sedikit memaksa. Harusnya kalau yang tidak mampu ya disubsidi atau tidak diminta bayar kalau memang tidak mau ikut," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved