Pengrajin Lampion: Susianto Tarik Minat Pembeli Lewat Teng-tengan Minion

Susianto mulai kebanjiran permintaan membuat teng-tengan atau lampion yang biasa dipasang warga di Kendal, saat Maulid Nabi Muhammad.

Pengrajin Lampion: Susianto Tarik Minat Pembeli Lewat Teng-tengan Minion
tribun jateng/dhian adi putranto
BUAT LAMPION - Pengrajin teng-tengan di Kampung Lurungsari, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, membuat teng-tengan atau lampion yang akan dipasang di depan rumah saat Maulid Nabi Muhammad nanti, Rabu (6/11). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Susianto mulai kebanjiran permintaan membuat teng-tengan atau lampion yang biasa dipasang warga di Kendal, saat Maulid Nabi Muhammad.

Bentuk lampion yang ditawarkan warga Lurungsari, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, ini pun beragam, mulai bintang hingga karakter kartun semisal Spongebob dan Minion.

"Dulu, bentuk teng-tengan hanya berupa bintang atau bangun ruang lain yang sederhana. Tapi sekarang bermacam-macam, ada kapal dan karakter kartun yang disukai anak-anak semisal Spongebob dan Minion," ungkap Susianto saat ditemui di rumahnya di Lurungsari, Rabu (6/11).

Tradisi memasang teng-tengan warna-warni saat Maulid Nabi Muhammad telah berlangsung turun-temurun. Pemasangan lampion tersebut menjadi simbol tolak bala. Kini, tak hanya teng-tengan, warga juga menambah lampu kelap-kelip sehingga lebih semarak.

Lurungsari dikenal sebagai sentra teng-tengan. Menjelang Maulid Nabi Muhammad yang tahun ini diperingati Sabtu (9/11) nanti, para pengrajin mulai kebanjiran order. Tak hanya warga sekitar tetapi juga pedagang teng-tengan yang kemudian menjual lagi ke warga di daerah lain.

Susianto hanya butuh bambu, kertas minyak, kawat, serta lem dari tepung kanji untuk membuat beragam lampion. Menurutnya, bagian tersulit saat membuat teng-tengan adalah membuat desain rangka.

"Membuat rangka yang paling rumit, mulai dari membelah bambu sampai merangkai. Dalam satu jam, saya hanya bisa membuat dua rangka. Selanjutnya, rangka itu dibalut kertas minyak dan diberi hiasan," tambahnya.

Ia mengatakan, harga teng-tengan yang dijual bergantung pada tingkat kesulitan proses pembuatan teng-tengan. "Harganya Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu per buah. Namun, menjelang Maulid Nabi seperti sekarang ini, harganya naik," katanya.

Seorang pembeli teng-tengan, Gunawan, mengatakan, teng-tengan menjadi simbol penerangan. Kelahiran Nabi Muhammad dimaknai sebagai munculnya penerang bagi umat manusia.

"Bagi keluarga kami, memasang teng-tengan menjadi kewajiban yang setiap tahun kami lakukan. Hal itu untuk menghormati hari kelahiran Nabi Muhammad," katanya. (dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved