Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Heroik Jenderal Soedirman, Tulis dan Bacakan Sendiri Sumpah Jabatan, Tak Pernah Diingkarinya

Tetapi suasana kebatinan pengangkatan Jenderal Soedirman dengan pemimpin saat ini tentu berbeda

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Ajudan II Jenderal Soedirman Mayor TNI (purn) Abu Arifin di Dawuhan Purbalingga 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sumpah janji jabatan menjadi bagian penting pada rangkaian seremonial pelantikan pejabat atau pemimpin.

Pejabat atau pemimpin akan diambil sumpah oleh atasannya. Semisal bupati akan diambil sumpahnya oleh gubernur.

Adapun gubernur akan diambil sumpahnya oleh Menteri Dalam Negeri atau Presiden RI.

Tradisi ini juga berlaku di instansi manapun. Rasanya, tidak ada pejabat atau pemimpin struktural di negeri ini yang luput dari tradisi pengambilan sumpah janji.

Dengan menyebut nama Tuhan, di bawah naungan kitab suci, mereka berujar sumpah akan bertanggung jawab dan memenuhi kewajibannya sebagai pemimpin. Tetapi dalam perjalanannya, kenapa banyak pemimpin yang mengingkari sumpahnya, hingga mengkhianati rakyat yang dipimpin.

Tradisi pengambilan sumpah sebenarnya sudah berjalan sejak dahulu. Hanya, sakralitas sumpah sepertinya telah mengalami degradasi.

Panglima Besar Jederal Soedirman pun sempat diambil sumpahnya saat diangkat menjadi Panglima TNI pertama oleh Presiden Soekarno.

Tetapi suasana kebatinan pengangkatan Jenderal Soedirman dengan pemimpin saat ini tentu berbeda.

Menjadi panglima TNI saat itu adalah pekerjaan berat.

Musuh sudah jelas di depan mata. Pemimpin harus siap mati untuk negara.

Ancaman itu pun nyata. Kondisi perekonomian negara masih amburadul.

Jangankan menggaji panglima dengan nominal yang layak, untuk membebaskan negara dari belenggu penjajah saja masih butuh perjuangan keras.

Gaji maupun fasilitas untuk pejabat atau pemimpin jelas sangat memprihatinkan.

Karenanya, mereka yang diangkat menjadi pemimpin adalah orang-orang pilihan yang ikhlas berjuang untuk bangsa.

Meski tanpa embel-embel tunjangan dan fasilitas mewah, para pemimpin bangsa di era perjuangan kemerdekaan tak pernah mengingkari sumpahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved