PAC Semarang Kampanyekan Antisampah Plastik Melalui Cetak Cukil Kayu

Seni cetak cukil kayu ini, merupakan salah satu tehnik seni grafis yang pertama kali ditemukan untuk memperbanyak hasil karya seni

PAC Semarang Kampanyekan Antisampah Plastik Melalui Cetak Cukil Kayu
tribun jateng/ Hesti Imaniar
Sejumlah peserta berkumpul mencukil kayu di sekitar Oudetrap Semarang, Minggu (10/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan siswa dan siswi dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, yang tergabung pada Positif Action Comunity (PAC) mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik, sebagai wujud gerakan peduli lingkungan.

Dengan tema "PAC Bergerak" acara yang digelar di Kawasan Kota, tepatnya di Gedung Oudetrap, Semarang, kegiatan kampanye tersebut, dibalut dengan kegiatan musik, sharing sesion, action art, dan pameran.

Dikatakan oleh, Ketua Panitia PAC Bergerak, Puja Iqbal mengatakan kegiatan itu digelar karena sebagai rasa bentuk keprihatinan dimana sampah plastik di Indonesia adalah uang terbesar di seluruh dunia.

"Negara kita ini, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik ke dua, di seluruh negara di dunia. Oleh sebab itu, berdasarkan alasan tersebut, kami ingin terus mengkampanyekan untuk bisa mengurangi penggunaan sampah plastik ke masyarakat luas," katanya, Minggu (10/11/2019).

Pada kegiatan kampanye itu, mereka juga menggandeng banyak komunitas, karena dengan komunitas, maka kampanye ini bisa dengan mudah diteruskan ke masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Puja menambahkan, jika pemilihan kegiatan di Kota Lama lantaran, Kota Lama sebagai salah satu ikon Kota Semarang menjadi jujugan wisatawan untuk berkunjung.

"Jadi selain kita mengkampanyekan peduli lingkungan kepada wisatawan asli Semarang, juga sekaligus wisatawan dari luar Semarang diharapkan bisa melihat kegiatan kami di sini," imbuh siswa SMA Kesatrian 1 Semarang tersebut.

Komunitas Peduli Transportasi: Low Deck Bus Wujud Komitmen Kota Semarang Inklusi Bidang Transportasi

Wali Kota Hendi Ungkap Kisah Sebelum Terciptanya Kawasan Kampung Pelangi Semarang

Adapun komunitas yang mereka rangkul pada kegiatan itu, seperti, Komunitas Pelajar Pendaki Semarang, Bank Sampah, Survive Garage, dan beberapa komunitas lainnya.

"Total ada 7 komunitas yang kami rangkul, harapannya komunitas ini bisa menularkan kampanye peduli lingkungan kepada generasi muda yang hadir di acara ini, serta masyarakat luas," bebernya.

Disisi lain, dikatakan oleh, Ryan Susanto, yang merupakan alumni PAC, jika PAC merupakan wasah bagi siswa-siswa SMA sederajat di Semarang untuk berkegiatan. Sebelumnya, PAC lebih sering menggelar kegiatan seperti perform musik, pentas seni, dan kegiatan olahraga seperti futsal.

"Kali ini kita membawa misi sebagai tema kampanye peduli lingkungan dan pengurangan sampah plastik. Nanti juga ada materi yang disampaikan dari teman-teman ini untuk bagaimana mengolah sampah plastik," imbuhnya.

Adapun disampaikan oleh perwakilan dari salah satu komunitas yang ikut pada kegiatan tersebut, yakni Survive Garage, Fitriani Dwi Kurniasih (35), bahwa pada ksempatan tersebut, Survive Garage berkesempatan mengenalkan seni cetak cukil kayu.

"Seni cetak cukil kayu ini, merupakan salah satu tehnik seni grafis yang pertama kali ditemukan untuk memperbanyak hasil karya seni tertentu atau tulisan tertentu. Seni ini menggunakan sistem cetak yang prinsipnya seperti stampel tapi penggunaannya luas," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya para peserta ini belajar untuk membuat cetakan mereka sendiri, dari hasil tulisan atau gambar mereka. Yang nantinya bisa di olah menjadi kerajinan yang memiliki seni, misal poster, banner, undangan, kaos, kalender, dan lainnya.

"Tema yang diangkat pada pengerjaan cetak cukil kayu ini sesuai dengan tema besarnya, yakni menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik. Dan cetak cukil kayu ini kami tidak menggunakan bahan lainnya, kecuali hard board atau papan MDF, tinta, alat cukil, roll, kertas, kaca, amplas halus, tali, alat tulis, dan beberapa lainnya," pungkasnya.

Penulis: hesty imaniar
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved