Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bupati Haryanto Berharap Program PTSL Kabupaten Pati pada 2020 Jangkau 60 Ribu Penerima

Bupati Pati Haryanto mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati dalam rangka puncak acara Hari Pertanah

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
IST
Jalan sehat yang diselenggarakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati dalam rangka puncak acara Hari Pertanahan Nasional dan Tata Ruang, Minggu (10/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati dalam rangka puncak acara Hari Pertanahan Nasional dan Tata Ruang, Minggu (10/11/2019).

Jalan sehat ini diikuti pula oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, serta keluarga besar BPN.

Dalam sambutannya, Haryanto menyampaikan terima kasih kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati.

Sebab keberadaan BPN ini memang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Tentunya dalam pelayanan hak kepemilikan tanah.

Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Terlebih adalah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara massal," ujarnya sebagaimana dalam rilis Humas Setda Kabupaten Pati pada Tribunjateng.com.

Emma Bidik Generasi Milenial Kembangkan Koperasi di Era 4.0

Hujan Mulai Turun, 104 Desa di Purbalingga Masih Alami Kekeringan

3 Ribu Lebih Pengendara Terjaring Operasi Zebra Candi 2019 di Salatiga

Pengadaan 697 Alat Fingerprint di Tegal Diduga Mark Up, Kejari : Dibeli Pakai dana BOS

Haryanto menilai, program PTSL ini sangat positif.

Terlebih, setiap tahun jumlah penerima semakin meningkat.

Walaupun mungkin ada "teriak-teriak" kecil sebagai bentuk ketidakpuasan dari sebagian warga, Haryanto menyampaikan, hal tersebut janganlah dijadikan masalah.

"Namun secara umum masyarakat ini senang karena tertolong.

Selain biayanya yang murah, juga tergolong cepat apabila dibandingkan dengan mengurus secara reguler," imbuhnya.

Dari sekian puluh ribu masyarakat penerima program PTSL tersebut, lanjutnya, apabila timbul ketidakpuasan dari satu-dua orang, itu merupakan hal yang wajar.

"Yang paling penting dari program PTSL di Kabupaten Pati tidaklah ada tendensi politik sedikit pun.

Tanpa adanya program PTSL di Pati, sudah tentu kita tidak akan bisa mengerjakan semua sertifikat kepemilikan dengan jumlah banyak di waktu yang tergolong cepat," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved