Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hujan Mulai Turun, 104 Desa di Purbalingga Masih Alami Kekeringan

Hujan mulai mengguyur berbagai wilayah di awal Bulan November 2019 ini.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Droping air bersih ke warga Desa Cendana Kutasari Purbalingga 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Hujan mulai mengguyur berbagai wilayah di awal Bulan November 2019 ini.

Masyarakat meyakininya menandai awal musim penghujan.

Petani yang telah menyiapkan lahan mulai ramai-ramai bercocoktanam.

Sayangnya, kiriman air dari langit itu belum berdampak signifikan terhadap warga yang lama dilanda kekeringan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga Muhsoni mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan droping air bersih seperti biasa.

Ia mengakui, pihaknya sempat mengurangi kiriman bantuan air bersih saat hujan mengguyur wilayah Purbalingga.

Pada Sabtu (2/11) lalu, pihaknya hanya mengirim bantuan air sebanyak 16 tangki.

3 Ribu Lebih Pengendara Terjaring Operasi Zebra Candi 2019 di Salatiga

Asik, Pelamar CPNS di Karanganyar bisa Konsultasi Lewat Chat ke BKPSDM, Catat Nomornya

Pengadaan 697 Alat Fingerprint di Tegal Diduga Mark Up, Kejari : Dibeli Pakai dana BOS

Bupati Pati Haryanto Harap Gebyar Sultan Agung dan Tradisi Meron Jadi Tuntunan Masyarakat

Hari berikutnya, Minggu (3/11), BPBD mengirim 21 tangki air bersih.

Kemudian pada Senin (4/11), jumlah kiriman itu naik menjadi 25 tangki air bersih.

Tetapi hari berikutnya, bukannya permintaan semakin berkurang, BPBD kembali harus menyuplai banyak air bersih, rata-rata di atas 30 tangki.

"Kekeringan tahun ini lebih panjang. Serapan (droping) nya juga lebih banyak,"katanya

Kekeringan di Kabupaten Purbalingga tahun ini lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Dampaknya pun lebih luas karena semakin banyak penduduk yang dilanda krisis air bersih.

Muhsoni mengatakan, hingga saat ini, pihaknya rutin melayani pengiriman air bersih ke masyarakat di 104 desa di Kabupaten Purbalingga.

Sampai hari ini, baru dua desa di antaranya yang berhenti meminta kiriman air bersih setelah beberapa kali diguyur hujan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved