Pengadaan 697 Alat Fingerprint di Tegal Diduga Mark Up, Kejari : Dibeli Pakai dana BOS

Pengadaan alat fingerprint untuk Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tegal diduga ada praktik markup.

Pengadaan 697 Alat Fingerprint di Tegal Diduga Mark Up, Kejari : Dibeli Pakai dana BOS
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Alat fingerprint yang akan diterapkan di sejumlah SD di Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pengadaan alat fingerprint untuk Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tegal diduga ada praktik markup.

Atas dugaan tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi.

Pemeriksaan ini karena ada dugaan markup pengadaan alat fingerprint pada tahun 2018 lalu.

Kasi Intelijen Kejaksaan Kabupaten Tegal, Iyus Hendayana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Dia menyebut, pemeriksaan dilakukan bertahap, mulai dari kepala sekolah dasar (SD) hingga kepala bidang (Kabid) di lingkungan Dinas Dikbud Kabupaten Tegal.

"Saat ini sedang mengklarifikasi," kata Iyus, sapaannya, saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (11/11/2019).

PVMBG Pasang 2 Alat Deteksi di Lereng Gunung Slamet, Lukman Senang Warga Tak Lagi Khawatir

Saat Pilkades, Disdukcapil Kabupaten Tegal Akan Layani Rekam e-KTP Bagi Pemilih Pemula

Buruan, Ada 33 Perusahaan Siapkan Lowongan Kerja di Unika Job Fair

Di Tangan Warga Salatiga Ini Tulang Ayam Bisa Bernilai Jutaan Rupiah

Dia mengungkapkan, pengadaan fingerprint dilakukan pada 2018 lalu dengan alat sebanyak 697 unit.

Harga per unit tersebut sebesar Rp 2,4 juta.

Saat ditanya nominal dugaan markup atau kerugian negara, Iyus enggan menyebutkan.

Dia hanya berujar, alat fingerprint digunakan untuk seluruh SD di Kabupaten Tegal.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved