Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bupati Pati Haryanto Harap Gebyar Sultan Agung dan Tradisi Meron Jadi Tuntunan Masyarakat

Bupati Pati Haryanto membuka kegiatan Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 di halaman Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam (YAPPI) Sultan Agung,

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ditandai dengan penerbangan balon, Bupati Pati Haryanto membuka kegiatan Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 di halaman Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam (YAPPI) Sultan Agung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto membuka kegiatan Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 di halaman Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam (YAPPI) Sultan Agung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (11/11/2019).

Kegiatan yang diikuti tak kurang dari 1.500 peserta karnaval ini digelar YAPPI Sukolilo dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. sekaligus memeriahkan Tradisi Meron.

Tradisi Meron merupakan ritual adat masyarakat Sukolilo yang digelar juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi.

Bupati Haryanto menyebut, karnaval dan tradisi Meron ini merupakan agenda tahunan yang senantiasa menarik perhatian masyarakat.

"Sekalipun setiap tahun diselenggarakan, animo masyarakat tidak semakin berkurang, justru semakin meningkat," ucapnya.

Asik, Pelamar CPNS di Karanganyar bisa Konsultasi Lewat Chat ke BKPSDM, Catat Nomornya

Pengadaan 697 Alat Fingerprint di Tegal Diduga Mark Up, Kejari : Dibeli Pakai dana BOS

PVMBG Pasang 2 Alat Deteksi di Lereng Gunung Slamet, Lukman Senang Warga Tak Lagi Khawatir

Saat Pilkades, Disdukcapil Kabupaten Tegal Akan Layani Rekam e-KTP Bagi Pemilih Pemula

Bagi Haryanto, kegiatan ini dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama.

Selain itu, peringatan maulid nabi juga merupakan bentuk penghormatan umat Islam kepada Rasulullah.

"Di seluruh penjuru dunia, umat Muslim mengagungkan nama Rasulullah.

Karena kita tahu, dulu di zaman Jahiliyah, orang beriman kesulitan dalam beribadah dan menjalankan keimanan pada Allah.

Setelah kehadiran Rasulullah, sampai saat ini, kita mendapat pencerahan.

Keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat," ujarnya.

Haryanto berharap, pelaksanaan karnaval dan tradisi Meron ini bukan sebatas seremoni dan tontonan belaka, melainkan dapat menjadi tuntunan dalam rangka menggugah masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, melestarikan budaya, dan meningkatkan ketakwaan.

Sementara, Ketua YAPPI Sukolilo Haris Rahmat mengatakan, pihaknya senantiasa turut memeriahkan tradisi meron karena menganggap di dalam pelaksanaan tradisi ini terdapat nilai-nilai positif yang dapat mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat.

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang dimiliki warga NUdalam menyikapi perubahan sosial yang ada.

Yakni tetap mempertahankan budaya lama yang baik, namun juga mengapresiasi dan mengambil budaya baru yang lebih baik.

"Jadi, kita melihat nilai-nilai yang terkandung di dalam kebudayaan," jelasnya.

Haris mengatakan, di samping 1.500 orang yang terdiri atas siswa-siswi, tenaga pendidik, dan karyawan YAPPI, Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 ini juga dimeriahkan Marching Band MA Salafiyah Kajen dan Paguyuban Tosan Aji Kanigoro Pati. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved