Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Property Expo Kembali Digelar di Mal Paragon Semarang, Diikuti 11 Developer

Pameran Property Expo kembali digelar mulai tanggal 13-24 November 2019 di Atrium Paragon City Mall Semarang

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Pameran properti expo semarang kedelapan, yang berlangsung di atrium Paragon City Mall Semarang, Rabu (13/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pameran Property Expo kembali digelar mulai tanggal 13-24 November 2019 di Atrium Paragon City Mall Semarang. Adapun pada pameran kedelapan ini, target transaksi sekitar Rp 50 miliar.

Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat menuturkan, pada pameran kali ini, diikuti oleh sekitar 11 developer yaitu BSB City, Citrasun Garden, Citragrand, Kini Jaya Indah, BSB Village, Citraland BSB City, Griya Lestari, Graha Candi Golf, Tamansari Cendekia, The Amaya, dan Cordova.

Tidak hanya diikuti oleh developer, pameran juga diikuti satu non developer yaitu PT. Dekkson Sejati.

"Jika ditanya mengenai target, sebenarnya sampai pameran kemarin kami belum bisa memenuhi ekspektasi target dari panitia. Kondisi masih belum stabil karena setiap pameran kami mendapatkan hasil yang naik turun," ungkap Dibya, pada Tribunjateng.com, Rabu (13/11/2019).

Namun, Dibya mengatakan, dengan adanya pemerintahan baru dan semua suhu politik sudah dingin, pihaknya berharap market properti bisa pulih dan membaik.

Adapun sampai sekarang ini, teman-teman yang membangun FLPP belum mendapatkan fasilitas FLPP lagi. Dibya menyebut, ada kabar yang mengatakan jumlah unit yang disubsidi akan turun lagi dan ini merupakan kabar buruk bagi pihaknya.

"Melihat kondisi yang masih belum terlalu baik, target pameran kali ini bisa mencapai Rp 50 miliar sudah membuat kami senang," ujarnya.

Dijelaskan, tren properti jelang akhir tahun biasanya meningkat, apalagi banyak diskon dalam hal suku bunga KPR, dan banyak terdapat keringanan. Sehingga jelang akhir tahun potensi market seharusnya naik.

Sedangkan market tahun ini dengan tahun lalu, menurut Dibya masih lebih bagus tahun lalu. Terutama dari segi penjualan unit nya.

"Terkait stok unit FLPP tinggal berapa saya tidak tahu jumlah pastinya, tapi yang saya tahu teman-teman di Jateng berhenti total. Karena tidak ada fasilitas KPR jadi otomatis pembangunan berhenti, kuota juga sudah habis kalau tidak salah sejak tiga sampai empat bulan lalu," jelasnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved