Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Sesuaikan Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Produk Elektronik Segera Naik

Industri elektronika nasional saat ini masih sangat bergantung pada bahan baku dan komponen impor karena keterbatasan pasokan dari dalam negeri.

Tayang:
Editor: Vito
Rifqi Gozali
ilustrasi - berbagai produk elektronik didisplai di Depo Murah Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus terjadi diperkirakan bakal berdampak pada kenaikan harga produk elektronik di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Daniel Suhardiman mengatakan, industri elektronika nasional saat ini masih sangat bergantung pada bahan baku dan komponen impor karena keterbatasan pasokan dari dalam negeri.

"Pelemahan rupiah ini tentunya menjadi beban tambahan bagi industri. Di satu sisi kami masih berjuang untuk mengatasi kenaikan harga material dan komponen yang sangat signifikan," katanya, kepada Tribunnews.com, Kamis (28/5). 

"Sebagai informasi, rantai pasok industri elektronika saat ini sekitar 60 persen masih bergantung impor karena ketidaktersediaan di dalam negeri," sambungnya.

Menurut dia, secara ideal para produsen elektronik perlu menyesuaikan harga jual untuk menutup kenaikan biaya produksi.

Akan tetapi, kondisi pasar yang saat ini sedang lesu membuat pelaku industri tidak bisa sembarangan menaikkan harga.

"Idealnya kami harus menaikkan harga jual sebanding dengan dampak tersebut, namun dengan turunnya daya beli masyarakat saat ini, kami tidak bisa gegabah melakukan langkah ini," ucapnya. 

"Kalaupun dilakukan, hanya sebagian kecil saja kerugian yang bisa kami tutup dengan kenaikan harga jual," tambahnya.

Daniel memprediksi, dalam waktu dekat akan ada penyesuaian harga produk elektronik di pasar. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kebijakan masing-masing merek.

"Kami prediksi idealnya akan seperti itu, namun tergantung kebijakan masing-masing merek," ujarnya.

Berkait dengan besaran kenaikan harga, Daniel menyebut produsen umumnya akan berusaha menahan kenaikan agar tidak terlalu tinggi.

Dia menambahkan, penyesuaian harga nantinya tidak hanya berlaku untuk produk baru, melainkan bisa mencakup seluruh produk elektronik yang dipasarkan.

"Ini juga tidak bisa kami prediksi, tapi biasanya produsen akan berusaha menghindari kenaikan harga di atas 5 persen, kecuali keadaan kahar (force majeure). Biasanya berlaku untuk semua barang," jelasnya. (Tribunnews/Lita Febriani)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved