Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Rizki Ajak Berbisnis Jamu Kekinian
Jamu erat dengan minuman sekaligus obat tradisional yang mempunyai rasa pahit namun berkhasiat dan menyehatkan.
Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Jamu erat dengan minuman sekaligus obat tradisional yang mempunyai rasa pahit namun berkhasiat dan menyehatkan.
Biasanya jamu hanya dikonsumsi orang tua dan orang dewasa karena dengan rasanya yang pahit anak-anak muda pun enggan untuk mengkonsumsi.
Namun, di tangan Rizki Murtikasari jamu dibuat menjadi segar dan manis.
Ibu rumah tangga sekaligus guru di SMK Farmasi Limpung itu memang tengah gencar berinovasi dengan jamu yang dibuat kekinian dengan rasa yang manis namun tidak mengurangi khasiat dari obat tradisional itu.
Rizki sapaan akrabnya sudah dua tahun menggeluti dunia jamu hingga berbisnis jamu kekinian.
Tercetusnya jamu kekinian dengan brand Jamoe Simbok itu berawal dari Rizki yang merasa prihatin jika jamu hanya dikonsumi orang tua kelamaan nanti ditelan jaman dan juga banyak minuman sekarang yang kurang sehat.
• Pasca Kebakaran Kantor, Layanan e-KTP di Kecamatan Tarub Tegal Dipindah ke Sini
• Cerita Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cipali, Kuntarsih Minta Dijemput Sebelum Meninggal
• Ditemani Love Bird Kesayangannya, Ini Kata Striker PSIS Soal Pertandingan Lawan Bali United
• SMK Citra Medika Sragen Borong 5 Piala di Perlombaan Tingkat Nasional
Maka dia berupaya untuk mengembangkan jamu sebagai wirausaha dengan rasa yang bisa dinikmati anak muda sehingga menyehatkan generasi milenial.
"Perlu ada generasi penerus yang melanjutkan tradisi kita minum jamu itu yang pertama sehingga memunculkan budaya minum jamu untuk anak muda dan yang kedua semakin mirisnya minuman jaman sekarang yang tidak sehat dan banyak pengawet," jelasnya.
Tak hanya itu, Rizki juga berinisiatif mengajak ibu rumah tangga lainnya dengan berbagi ilmu membuat jamu hingga berbisnis jamu kekinian.
Selain untuk menyehatkan generasi muda, inovasi ini juga untuk membantu para ibu rumah tangga agar giat berbisnis dengan menciptakan produk sendiri sehingga ekonomi warga sekitar bisa meningkat
Setidaknya sudah 10 ibu rumah tangga ikut memulai usaha produksi jamu tradisional untuk dikonsumsi anak-anak kecil dan kaum milenial.
Dari usaha yang digadang tak hanya meningkatkan ekonomi tetapi juga untuk mengentaskan pengganguran ini ternyata mampu menuai hasil.
Pasalnya dalam sebulan bisa menjual sebanyak 1.800an jamu kemasan botol dengan omset hingga Rp 14 Juta Rupiah.
"Untuk harga jual jamu dibandrol Rp 6 Ribu hingga Rp 12 Ribu, alhamdulillah sehari bisa 30-60 botol kalau rata-rata sebulan bisa 1.800an botol," ujarnya.
Untuk jamu yang diproduksi adalah beras kencur, kunir asem, rosela, secang jahe, gula asem, sirih kunci, susut perut dan lempuyangan
Jamu yang dikembangkan Rizki telah dipasarkan hampir di seluruh ddaerah Kabupaten Batang, Pekalongan juga sudah merambah daerah lain seperti Jakarta, Solo, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang dipasarkan secara online.(din)