Agar Terhindar dari Bencana Kekeringan, Syamsudin Minta Warga Banjarnegara Tanam Pohon Aren
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mendorong warganya untuk menanam tanaman yang mampu menyimpan cadangan air semisal Aren.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mendorong warganya untuk menanam tanaman yang mampu menyimpan cadangan air semisal Aren.
Musim penghujan jadi momentum tepat bagi masyarakat untuk bercocok tanam karena kecukupan pasokan air yang dibutuhkan tanaman.
Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin mengatakan, pohon Aren dikenal kuat akarnya yang dapat berfungsi sebagai penguat tanah sehingga bisa mencegah terjadinya bencana longsor.
Selain menguatkan tanah, Aren disebutnya bagus sebagai penyimpan cadangan air.
Lagipula, kata dia, saat-saat ini merupakan waktu yang bagus untuk mulai menanam bibit pohon karena hujan sudah mulai turun.
“Penanaman pohon aren ini gunanya untuk konservasi lahan agar bukit dan lahan tandus hijau kembali sehingga dapat menyimpan air, ” kata Syamsudin saat pengajian umum di eks Kawedanan Klampok kemarin.
• Polda Jateng dan Polres Kendal Santuni 100 Anak Yatim di Ponpes Al Musyaffak
• Puluhan Anak Yatim Dapat Santunan dari Kapolda Jateng di Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Salatiga
• Tunjangan Guru Swasta di Kudus Terjun Bebas dari Rp 1 Juta jadi Rp 350 Ribu Per Bulan
• Wadir Reskrimsus Polda Jateng Ajak Alim Ulama Brebes Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Program penanggulangan bencana kekeringan dengan melakukan dropping air bersih itu sifatnya sesaat.
Namun dengan melakukan konservasi lahan maka sumber air bersih akan ada sepanjang tahun.
“Masyarakat juga dapat memperoleh manfaat ekonomi lainnya dari pohon aren.
Nira pohon aren dapat diolah menjadi gula aren yang memiliki nilai jual yang bagus di pasaran” katanya.
Syamsudin mengimbau agar upaya konservasi lahan tandus ini dilaksanakan sungguh-sungguh oleh masyarakat.
Krisis air pada kemarau tahun ini mestinya menjadi momentum bagi warga untuk melakukan refleksi.
Kekeringan telah benar-benar membuat warga menderita.
Sungai dan sumur-sumur warga kering.
Sumber mata air tak lagi mengalir.