Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tahun Depan Bappeda Kota Semarang Rencanakan Tambah 32 Kampung Tematik

Kehadiran kampung tematik diakui telah membawa dampak bagi warga Kota Semarang dalam meningkatkan perekonomian.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
IST
Kampung Batik merupakan satu diantara 177 kampung tematik di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kehadiran kampung tematik diakui telah membawa dampak bagi warga Kota Semarang dalam meningkatkan perekonomian.

Kampung Wisata Kandri, Kampung Batik, dan Kampung Jajanan Pasar merupakan beberapa dari Kampung Tematik yang berhasil dibentuk Pemkot Semarang dalam rangka meningkatkan perekonomian.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Buyamin menyebutkan, saat ini Pemkot Semarang telah memiliki 177 kampung tematik yang bergerak diberbagai sektor.

Tahun depan, pihaknya berencana menambah 32 kampung tematik.

"Kalau ada kampung yang belum masuk kampung tematik dan warga ingin meningkatkan potensi di daerah mereka, kami akan dorong dan kami fasilitasi untuk dikomunikasikan," tutur Bunyamin, Jumat (15/11/2019).

Tunjangan Guru Swasta di Kudus Kini Cuma Rp 350 Ribu per Bulan, Misbahudin : Itu Sudah Bagus

Febri Ingin Kawasan Kota Lama Dilengkapi Musala dan Toilet

Agar Terhindar dari Bencana Kekeringan, Syamsudin Minta Warga Banjarnegara Tanam Pohon Aren

Aneh, Warga yang Laporkan Kecelakaan Maut di Semarang ke Polisi Justru Diancam

Bunyamin menjelaskan, dalam membentuk kampung tematik pihaknya menerapkan konsep bottom up, yakni masyarakat yang bergerak sedangkan pemerintah hanya mendorong dan memfasilitasi.

Setiap kampung tematik mendapatkan dana Rp 200 juta untuk membangun kampungnya. Jika diperlukan perbaikan infrastruktur pihaknya juga akan mengomunikasikan kepada dinas terkait, seperti perbaikan jalan dan penerangan.

"Dana Rp 200 juta itu sebagai pemicu supaya masyarakat bergerak membangun kampung tematik.

Masyarakat yang kompak bergerak terbukti dapat meningkatkan perekonomian, semisal di Kampung Wisata Kandri, Kampung Batik, Kampung Jajanan Pasar," sebutnya.

Adapun syarat menjadi kampung tematik, lanjut Bunyamin, terdapat kemamuan dari masyarakat untuk mengembangkan potensi secara konsisten.

Setiap kampung mengajukan pemaparan kepada Bappeda. Adapun tugas Bappeda melakukan seleksi dan verifikasi.

Dari 177 kampung tematik yang dimiliki Pemkot Semarang, diakuinya, ada beberapa yang masih harus dioptimalkan.

Dia terus mendorong agar masyarakat terus mengembangkan potensi yang dimiliki. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved