Umi Serius Usung Branding Tegal Sebagai Jepangnya Indonesia
Pemkab Tegal serius mengusung kembali branding Tegal sebagai Jepangnya Indonesia.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemkab Tegal serius mengusung kembali branding Tegal sebagai Jepangnya Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tegal Umi Azizah saat menerima audiensi dari perwakilan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Ruang Kerja Bupati, Jumat (15/11/2019) siang ini.
Umi menyebut, perusahaan ini akan menggandeng Pemkab Tegal dalam pengembangan ekosistem industri.
Menurutnya, pengembangan ekosistem industri ini, nantinya akan melibatkan Industri Kecil Menengah (IKM) logam Kabupaten Tegal yang akan menjadi salah satu supplier sparepart Toyota.
Maka, Umi berharap pengembangan ekosistem industri yang memanfaatkan LIK Takaru ini dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Tegal sejalan dengan visi misi Umi-Ardie tahun 2019-2014.
• Warga Tegal Keluhkan Orang Buang Sampah Sembarangan di Kali Sibelis
• Mulai Sepi, Bupati Yuni Ajak ASN Belanja ke Pasar Tradisional
• Aneh, Warga yang Laporkan Kecelakaan Maut di Semarang ke Polisi Justru Diancam
• Dapat Peluang Lolos Liga 3 Regional Jawa, Persab Brebes Mundur, Ini Alasannya
"Saya ingin pengembangan ini secepatnya diimplementasikan.
Syukur-syukur tidak lebih dari dua tahun dimulai dari sekarang," ungkap Umi dengan tersenyum di hadapan perwakila Toyota.
Sementara, Salah satu perwakilan dari Toyota, Dany menyampaikan bahwa dalam pengembangan ekosistem industri juga melibatkan YPTI Yogyakarta, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI), Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI), Metindo Era Sakti, dan Trimitra Marganda Unggul.
"Masing-masing mempunyai peran tersendiri, seperti YPTI dan ATMI dapat mensinergikan ke beberapa sekolah menengah maupun perguruan tinggi atau politeknik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas," tuturnya.
Lebih lanjut, kata Dany, IKM logam sendiri adalah bagian dari ekosistem itu tersendiri.
Sebab, IKM tersebut akan memproduksi sparepart yang digunakan Toyota dalam membuat mobil.
"Tegal akan menjadi salah satu supplier Toyota.
Namun dalam memproduksi, setiap IKM perlu pendampingan.
Maka dari itu, kita menggandeng beberapa perusahaan yang ahli di bidangnya," kata Dany.
Sementar, Kabid Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (Ilmeta) Dinas Perindustrian Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Tegal, Irsyad R mengungkap, perkembangan pengembangan ekosistem industri sampai saat ini sudah pada tahap roadmap atau pemetaan.