Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSI Klaim Ada 4 Nama Tertarik Maju Pilwakot Kota Semarang 2020

DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang mengklaim sudah ada empat nama yang ingin maju dalam pilwakot melalui rapat.

istimewa
Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu (depan) bersama sejumlah pengurus partai. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang mengklaim sudah ada empat nama yang ingin maju dalam pilwakot melalui rapat.

"Empat nama menunjukan ketertarikan maju dalam pemilihan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang melalui konvensi (rapat) PSI," kata Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu, Minggu (17/11/2019).

Ia belum bisa mengungkap secara gamblang siapa saja keempat nama tersebut.

Sebab masih dalam tahap penjajakan dan belum melakukan pendaftaran secara resmi ke PSI.

Empat nama yang dimaksud yakni berasal dari berbagai latar belakang.

Dua di antaranya merupakan politikus, kemudian satu orang mantan dirut BUMD dan sisanya kader internal PSI.

Sesuai instruksi dari pengurus partai pusat, kata dia, masa pendaftaran konvensi PSI diperpanjang dari sebelumnya 20 Oktober menjadi 30 November 2019.

"Kebijakan tersebut berlaku secara nasional, termasuk konvensi Pilwalkot Semarang," jelasnya.

BKPP Imbau ASN untuk Berlaku Netral dalam Pilwakot Semarang 2020

Pilwakot Semarang 2020 Masih Sepi Calon, Ini Kata Pengamat

Melalui konvensi, PSI membuka peluang masyarakat umum sekaligus sebagai ajang mencari putra-putri terbaik untuk maju dalam pilkada.

Tidak ada syarat khusus, hanya saja harus bebas atau tidak pernah terlibat kasus korupsi. Tidak pandang agama, ras, dan sebagainya.

PSI tidak meminta sepeserpun uang bagi pendaftar, tidak ada formulir berbayar dan digratiskan semua.

Melalui konvensi, diharapkan muncul muka baru.

"Upaya konvensi ini dilakukan untuk membuat persaingan calon pemimpin daerah berjalan lebih adil. Sekaligus mengubah sistem sebelumnya, sehingga tidak melulu dikuasai pemilik modal besar," ujarnya.

Pihaknya berharap melalui konvensi ini bisa mendapatkan calon yang berkualifikasi terbaik.

Sehingga, ‎pesta demokrasi di Kota Semarang bisa lebih meriah dengan berbagai alternatif pilihan calon pemimpin daerah, tidak melawan kotak kosong.

"Kalau politik kotak kosong berarti demokrasi di sini tidak jalan," ‎katanya.

Kika sampai batas waktu konvensi PSI untuk Pilwalkot Semarang tidak ada calon menonjol yang muncul, maka pihaknya mengambil sikap politik lain yang akan disampaikan pada awal 2020 mendatang. (mam)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved