UMK Jateng 2020

Ini Besaran UMK Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Pesan kepada Pengusaha untuk Laksanakan UMK

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menetapkan Upah Minimum Kerja (UMK) se Kota/Kabupaten tahun 2020, Rabu, (20/11/2019).

Ini Besaran UMK Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Pesan kepada Pengusaha untuk Laksanakan UMK
KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menetapkan Upah Minimum Kerja (UMK) se Kota/Kabupaten tahun 2020, Rabu, (20/11/2019).

Dalam surat keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/58 Tahun 2019 tersebut, UMK Kabupaten Pekalongan 2020 sebesar Rp 2.018.161.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meminta kepada pengusaha agar menerapkan dan melaksanakan UMK yang sudah ditetapkan.

"Alhamdulillah, sudah sesuai rekomendasi yang kemarin diusulkan oleh dewan pengupahan," kata Bupati Asip saat dihubungi Tribunjateng.com melalui WhatsApp, Kamis, (21/11/2019).

Tidak hanya itu saja, pihaknya berharap mudah-mudahan pengusaha bisa menaikkan lagi kesejahteraan para pekerja.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan Ali Sholeh saat dihubungi Tribunjateng.com melalui sambungan telepon mengatakan dari hasil rapat Dewan Pengupahan, SPN menolak dengan angka hasil formula tersebut.

"Memang hari ini diumumkan UMK Kabupaten Pekalongan 2020 oleh gubernur Jawa Tengah, tapi kita kecewa dengan hasil UMK sebesar Rp 2.018.161," kata Ketua SPN Ali.

Menurutnya realita di lapangan harga-harga kebutuhan naiknya luar biasa sekali.

Kemudian, UMK tersebut belum cukup untuk hidup layak, itu hanya cukup untuk pekerja yang lajang atau belum berkeluarga.

"Sementara realita dilapangan angka itu untuk buruh yang sudah berkeluarga."

"Apalagi mulai Januari 2020, Iuran BPJS Kesehatan naik 4% dan buruh kena potongan BPJS. Jadinya, kita agak kerepotan di iuran BPJS," ungkapnya.

Ali menambahkan dirinya akan komunikasikan dengan dinas terkait mengenai hasil UMK Kabupaten Pekalongan tahun 2020.

"Kita akan melakukan koordinasi dengan dinas. Tapi, intinya kita kecewa," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved