Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Ribuan santri, wali santri dan masyarakat mengikuti peringatan Mauludan di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang.
Yang memberi nama Muhammad adalah kakeknya yang bernama Abdul Mutholib atas dasar ilham dari Allah SWT pada hari ke 7 kelahirannya. Sebab dinamakan Muhammad agar anak tersebut kelak di kemudian hari terpuji, baik di langit maupun di bumi.
Nasab Nabi Muhammad sampai Nabi Adam AS
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoy bin Kilab bin Murroh bin Ka`ab bin Lu`ay bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudzrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan bin Udd bin Udad bin Muqowwam bin Naahuuro bin Tairoh bin Ya`rub bin Yasyjub bin Naabit bin Isma`il bin Ibrahim bin Tarokh bin Naahuuro bin Syaruukh bin Arghu bin Falakh bin `Aabar bin Syaalakh bin Arfakhsyadz bin Saam bin Nuh bin Laamak bin Mutawasylikh bin Idris bin Yarid bin Mahlaail bin Qoinan bin Yaanasy bin Syiit bin Adam Abil Basyar `alaihissholatu wassalam.
Wanita-wanita yang menyusui Nabi Muhammad SAW
Ada 3 wanita yang menyusui Nabi Muhammad SAW, yaitu :
- Ibunya sendiri (Siti Aminah)
- Tsuwaibah Al Aslamiyah (budaknya Abu Lahab/pamannya Nabi) yang telah dimerdekakan karena gembiranya atas kelahiran bayi yang bagus / ganteng
- Khalimah Sa'diyah
Semula Khalimah tidak mau dan semua wanita yang bekerja menyusui pada waktu itu tidak mau karena Muhammad adalah bayi yatim dan dari keluarga sederhana. Dia mau karena tidak ada bayi yang lain (terpaksa).
Kejadian-kejadian aneh selama disusui dan diasuh oleh Khalimah
Khalimah berkata, “Pada saat awal aku menjemput Muhammad, ia mengenakan pakaian wol putih. Ia tidur nyenyak di atas kain sutra berwarna hijau dan bau wangi misik menebar darinya. Dengan hati – hati aku mendekatinya dan aku menaruh tanganku di dadanya. Kemudian ia membuka kedua matanya dan tersenyum dan dari kedua matanya muncul suatu cahaya yang terpancar hingga ke langit.”
Al Abbas RA, paman Nabi, berkata, ”Wahai Nabiyullah, yang membuat aku masuk dalam agamamu, karena aku menyaksikan salah satu tanda kenabianmu, yaitu aku melihatmu dalam tempat tidurmu ( ketika kamu masih kecil ). Sedang bercakap lembut dengan bulan dan menunjukkannya dengan jarimu dan bulan itu bergerak ke langit ke arah mana pun kamu menunjukkannya." Lalu Nabi bersabda, ”Saat itu aku memang bercakap – cakap dengannya dan ia (bulan) pun berbicara kepadaku, mengalihkan perhatianku agar aku tidak menangis, dan aku dapat mendengar suara sujudnya di bawah Arasy."
Ibnu Abbas RA mengatakan bahwa: Khalimah meriwayatkan : bahwa ketika ia pertama kali membawa Muhammad, dia mengucapkan, ” Allahu akbar, Kabiirowwal khamdulillahi katsiroo, wasubhaanallahibuk ro tawwaashiila.”
Ibnu Abbas RA berkata : bahwa Al Shaym'a (saudara tiri perempuan Nabi) menyaksikan bahwa, beliau (Nabi) dinaungi suatu awan. Awan itu berhenti ketika ia berhenti dan awan itu bergerak di mana ia bergerak."
Bentuk Fisik Nabi
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA : Rasulullah tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek (sedang).
Tidak putih ambaq (sangat putih tanpa tercampur warna merah), tidak adham (sangat coklat), tidak ja'd qathath (tidak berambut keriting ) dan tidak sabth ( berambut lurus ) ( Jawa : njegrik ).
Muhammad pulang ke pangkuan ibunya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pak-kyai-maulud.jpg)