Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Ribuan santri, wali santri dan masyarakat mengikuti peringatan Mauludan di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang.
Setelah berusia +/- 5 tahun Muhammad di antarkan ke Mekkah kembali ke pangkuan ibunya. Setahun kemudian +/- 6 tahun usia Muhammad, Dia di ajak oleh ibunya ke Madinah bersama dengan Ummu Aiman ( budak peninggalan ayahnya ).
Adapun tujuan ke Madinah, yaitu : 1) untuk memperkenalkan kepada keluarga neneknya ( Bani Najjar ), 2) untuk ziarah ke makam bapaknya yang meninggal di Madinah pada usia 25 tahun.
Ketika pergi menuju ke Syam bersama kafilah dagang arab dengan membawa barang dagangan untuk berdagang di Syam dan beliau di makamkan di Pemakaman Keluarga Bani Najjar yang Bernama Darun Nabighoh.
Abdullah meninggalkan warisan 5 ekor unta, 1 kambing dan budak perempuan yang bernama Ummu Aiman.
Ibunya meninggal dunia
Ibunda Muhammad wafat di Abwa` ( sebuah desa yang terletak antara Madinah dan Juhfah kira – kira 23 mil / +/- 45,5 Km di sebelah selatan Kota Madinah ).
Setelah bersilaturrrahim dengan saudara – saudaranya dari pihak suaminya ( Bani Najjar ) di Madinah.
Saat itu Muhammad berumur +/- 6 tahun 3 bulan. Kemudian Muhammad di bawa oleh Ummu Aiman ke Makkah untuk di serahkan kepada kakeknya yang bernama Abdul Mutholib yang pada saat itu menginjak usia 80 tahun.
Muhammad di asuh oleh kakeknya hanya sekitar 2 tahun dan setelah kakeknya wafat, Muhammad di asuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib.
Dalam asuhan Abi Tholib Muhammad banyak melakukan hal-hal penting, antara lain:
Mulai usia 8 tahun menggembala kambing Rasulullah SAW bersabda ; “ Tidaklah Allah mengutus seorang Rosul kecuali Dia pasti akan menjadi seorang penggembala kambing, maka para sahabat bertanya :” Engkau juga wahai Rosulullah ?”, Beliau menjawab “ ya, saya menggembalakannnya dengan mendapatkan upah dari penduduk Mekkah”. ( HR. Ahmad )
Usia 12 tahun ikut pergi ke Syam bersama pamannya Abi Tholib untuk berdagang.
Ketika umur 12 tahun beliau mengikuti pamannya dagang ke Negeri Syam.
Sebelum sampai di Syam, di tengah perjalanan tepatnya di desa Bushro bertemu dengan seorang Pendeta Nasrani yang `alim bernama Bukhoiro. Pendeta itu berkata sambil memegang tangannya Muhammad : “ anak ini adalah pemimpin para Rosul dan utusan Tuhan ( Allah ), inilah Nabi yang di utus sebagai Rahmat bagi alam semesta. Para saudagar Quraisy bertanya kepadanya apa dasar kamu mengatakan demikian ? aku melihat Khotam Annubuwwah ( Dalam Syarh Al Barjanji Khotam Annubuwwah adalah daging atau lemak yang hitam ( nampak timbul ) bercampur kekuningan ( seperti urat ), di sekelilingnya terdapat bulu – bulu rambut yang beriring – iringan seperti bulu kuda yang halus ), dipunggungnya antara kedua bahunya seperti buah Apel. Kemudian pendeta itu menyuruh pulang ke Mekkah.
Usia 15 tahun mengikuti perang Fijar ( perang besar antara suku Quraisy dan suku Kinanah di bulan suci Dzulqo`dah )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pak-kyai-maulud.jpg)