Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Ribuan santri, wali santri dan masyarakat mengikuti peringatan Mauludan di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang.
Semenjak wafatnya tokoh Quraisy yang berwibawa dan di segani yaitu Abdul Mutholib maka Mekah terjadi berbagai keributan dan kekisruhan hingga tumbuhlah perang besar antara Quraisy dan Kinanah yang bernama Perang Fijar. Dinamakan Perang Fijar karena terjadi di bulan suci yaitu Dzulqo`dah.
Dalam peristiwa ini Muhammad aktif ikut dalam peperangan, dengan cara membantu pamannya Abu Tholib dalam penyediaan keperluan peperangan. Perang ini selesai setelah para tokoh Mekkah duduk bersama dan membuat suatu perjanjian ( baiah ) yang di namakan Hifdhil Fudhul yang isinya antara lain :” Barang siapa yang di aniaya, maka di bela bersama – sama “.
Menginjak masa dewasa ( +/- 17 tahun ) mulai berusaha sendiri dalam penghidupannya Muhammad adalah orang yang di kenal jujur dan amanah, maka dengan kejujurannya itu menarik simpati dan perhatian terhadap janda yang kaya dan wibawa yaitu Siti Khotijah binti Khuwailid untuk mempercayai dan memberi amanat menjualkan dagangannya ke Syam.
Perjalanan ke Syam di dampingi oleh pembantunya yang namanya Maisaroh di Syam +/- 2 bulan. Beliau pulang ke Mekkah dengan membawa hasil yang maksimal dan luar biasa, hingga membuat Khotijah heran dan ingin tahu apa yang di lakukan oleh Muhammad pada waktu berdagang di Syam.
Khotijah bertanya kepada pembantunya Maisaroh, lalu dia menceritakan tentang sepak terjang beliau ketika berdagang, jujur, amanah, ramah tamah dan semua kebaikan telah di lakukannya.
Umur 25 tahun menikah dengan Siti Khotijah, Mendengar jawaban tersebut Khotijah semakin kagum dan tertarik kepadanya.
Kemudian ia memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya kepada Muhammad. Ia berkata :” Wahai anak pamanku sesungguhnya aku sangat mencintaimu, karena di antara kita masih ada hubungan family, juga karena sifat amanah, kejujuran dan kerukunan budi pekertimu”.
Khotijah juga mengutarakan isi hatinya kepada paman – pamannya Nabi. sehingga Hamzah ( pamannya ) menemui Khuwailid dan melamarkan Khotijah untuk Muhammad. Kemudian dalam tempo yang tidak begitu lama akad pernikahan berlangsung dengan lancar dan baik.
Ketika pernikahan, Muhammad berusia 25 tahun dan Khotijah 40 tahun, dan selama bersama Khotijah, beliau tidak menikah dengan wanita lain.
Para Istri dan Putra-Putri Nabi
Jumlah istri Nabi ada sebelas orang, 2 orang meninggal sebelum Nabi yaitu Khotijah dan Maariyah, dan 9 orang setelah Nabi, yaitu `Aaisah, Saudah, Maimunah, Juairiyah, Khafshoh, Hindun, Romlah, Zainab, dan Shofiyah.
Putra putri Nabi berjumlah 7 orang, 4 putri yaitu : Faatimah, Zainab, Ummi Kultsum, Ruqoyah dan 3 putra, yaitu : Qoosim, Abdullah dan Ibrahim. 7 putra putri tersebut berasal dari 2 istri yaitu 6 dari Khotijah dan 1 dari Maariyah, yakni : Ibrohim bin Maariyah al Qibtiyah.
Semoga Allah memberkahi umurnya orang - orang yang mencintai Nabi dan meninggal dunia dalam keadaan menjalankan ajaran Nabi ( khusnul khotimah ). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pak-kyai-maulud.jpg)