Dalam 7 tahun, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH di Demak Cuma Turun 10 Persen

Suparman (70) warga Desa Sambung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) terima bantuan sembako dan uang

Dalam 7 tahun, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH di Demak Cuma Turun 10 Persen
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak berikan bantuan sembako kepada Suparman warga Sambung Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jumat (22/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Suparman (70) warga Desa Sambung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) terima bantuan sembako dan uang dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak, Jumat (22/11/2019).

Suparman yang bekerja sebagai buruh tani tersebut merupakan peserta program keluarga harapan (PKH) dari Dinsos P2PA, yang telah menempati rumah berukuran 12x6 meter tersebut sekira 20 tahun.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterimakasih telah diberikan bantuan.

Ke depan semoga yang menjadi hajat kita semua dapat dikabulkan oleh Allah SWT," jelas ayah satu anak tersebut.

Sementara Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, Suparman merupakan salah satu KPM dari 50.000 lainnya.

Besok, PSIS Semarang Hadapi Persija Jakarta di Semifinal Liga 1 U-18

Letkol Inf Abi Kusnianto Dimutasi ke Mabes AD, Ini Dandim Demak yang Baru

Tak Ingin Musibah SMKN 1 Miri Sragen Terulang, Ganjar Minta Semua Bangunan Sekolah di Jateng Dicek

Di Pekalongan dan Pemalang, Wajib Pajak yang Tak Sesuai Aturan Capai 12 Ribu Orang

Ia menyebut, KPM di Demak turun sejumlah 10 persen sejak 2012, yaitu dari 55.000 KPM menjadi 50.000.

"Kemandirian masyarakat merupakan faktor terbesar.

Awalnya ikut menerima bantuan, kemudian mengundurkan diri karena merasa sudah mampu," jelasnya.

Ia menambahkan, Dinsos P2PA Demak berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu mengurangi angka kemiskinan yaitu dengan langkah pemutakhiran data KPM.

Ia menjelaskan validasi dan verifikasi data peserta KPM di tingkat desa, yaitu melalui musyawarah desa (Musdes).

Ia mengajak termasuk pemerintah desa untuk ikut serta menyejahterakan warganya yang kurang beruntung, yaitu melalui dana desa.

"Selain itu kami juga mensupport pekerja rumahan dalam mengembangkan bisnisnya agar lebih diterima konsumen," jelasnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved